kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.983   10,00   0,06%
  • IDX 8.999   -135,85   -1,49%
  • KOMPAS100 1.237   -17,99   -1,43%
  • LQ45 872   -12,59   -1,42%
  • ISSI 329   -4,93   -1,48%
  • IDX30 445   -9,13   -2,01%
  • IDXHIDIV20 520   -18,00   -3,35%
  • IDX80 137   -2,10   -1,51%
  • IDXV30 143   -5,23   -3,52%
  • IDXQ30 142   -3,74   -2,57%

Trump dan Erdogan Bahas Suriah & Gaza, Turki Bakal Gabung Dewan Perdamaian Gaza


Rabu, 21 Januari 2026 / 13:15 WIB
Trump dan Erdogan Bahas Suriah & Gaza, Turki Bakal Gabung Dewan Perdamaian Gaza
ILUSTRASI. USA-TRUMP/ (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Thomson Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/ANKARA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas perkembangan terbaru di Suriah dan Gaza dalam percakapan telepon pada Selasa (20/1/2026). 

Pembicaraan ini berlangsung di tengah dinamika baru di Suriah serta upaya internasional menjaga gencatan senjata di Gaza.

Kepresidenan Turki menyatakan, Erdogan menegaskan pentingnya menjaga persatuan, stabilitas, dan keutuhan wilayah Suriah. Ankara, kata Erdogan, terus memantau situasi di negara tetangganya itu dengan cermat.

Baca Juga: Pesawat Trump Alami Gangguan Listrik, Perjalanan ke Davos Tetap Dilanjutkan

“Presiden Erdogan menyampaikan bahwa persatuan, keharmonisan, dan integritas teritorial Suriah merupakan hal yang sangat penting bagi Turki,” demikian pernyataan resmi kepresidenan Turki.

Trump sebelumnya menyebut percakapan tersebut sebagai panggilan yang sangat baik, meski tidak merinci isi pembahasannya.

Pembicaraan kedua pemimpin berlangsung saat pemerintah baru Suriah yang didukung Turki mengumumkan gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) yang didukung Amerika Serikat, setelah beberapa hari bentrokan di wilayah timur laut Suriah.

Pemerintah Suriah dilaporkan telah menguasai sejumlah wilayah di kawasan tersebut dan memberi tenggat waktu empat hari kepada SDF untuk menyepakati integrasi ke dalam struktur negara. 

Amerika Serikat, sebagai sekutu utama SDF, menyatakan bahwa bentuk kemitraannya dengan kelompok tersebut telah berubah seiring terbentuknya pemerintahan baru di Suriah.

Selain Suriah, Erdogan dan Trump juga membahas upaya memerangi kelompok militan ISIS serta kondisi para tahanan ISIS di penjara-penjara Suriah.

Baca Juga: Vietnam Akan Ubah Aturan untuk Mendorong Pengembangan Pembangkit Listrik LNG

Turki selama ini menganggap SDF sebagai organisasi teroris karena keterkaitannya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok yang telah berkonflik dengan negara Turki selama puluhan tahun. 

Dalam proses perdamaian domestik, Ankara menuntut PKK dan afiliasinya untuk membubarkan diri dan melucuti senjata.

Sebagai pendukung utama pemerintah baru Suriah, Turki secara terbuka memuji langkah Damaskus dalam menekan SDF dan mendorong kelompok tersebut untuk bergabung dengan institusi negara Suriah.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×