kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Trump: Pemimpin Tertinggi Iran harus sangat berhati-hati dengan kata-katanya!


Sabtu, 18 Januari 2020 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump terlihat di layar televisi ketika ia menyampaikan pernyataan tentang Iran, terlihat di ruang pengarahan Pentagon di Arlington, Virginia, AS, 8 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Khamenei menyebutkan, pekerjaan Mayor Jenderal Qassem Soleimani untuk memperluas pengaruh militer Iran di luar negeri akan terus berlanjut. Dan, Pasukan Quds "melindungi negara-negara yang tertindas di seluruh kawasan."

Dia mengatakan, tentara Pasukan Quds adalah "pejuang tanpa batas". Soleimani, Kepala Pasukan Quds Garda Revolusi, tewas dalam serangan militer AS di Baghdad, Irak, pada 3 Januari lalu.

Pasca Soleimani tewas, Iran menggempur pangkalan militer AS di Irak dengan rudal sebagai aksi balas. Tapi, rudal mereka secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pada 8 Januari lalu.

aca Juga: Melunak, Iran membuka dialog dengan dunia untuk mencegah perang

"Kecelakaan pesawat itu adalah tragedi pahit yang membakar hati kami," kata Khamenei. "Tetapi, beberapa orang mencoba menggunakannya sebagai alasan untuk menutupi kemartiran komandan besar kita, Soleimani".

Khamenei menyatakan dalam khotbahnya: "Badut-badut Amerika yang berbohong dan mengatakan mereka bersama rakyat Iran harus melihat siapa rakyat Iran".




TERBARU

[X]
×