kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.480   -50,00   -0,29%
  • IDX 6.747   -111,69   -1,63%
  • KOMPAS100 897   -18,85   -2,06%
  • LQ45 659   -10,67   -1,59%
  • ISSI 244   -3,62   -1,46%
  • IDX30 372   -4,63   -1,23%
  • IDXHIDIV20 456   -5,76   -1,25%
  • IDX80 102   -1,79   -1,72%
  • IDXV30 130   -1,74   -1,32%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,06%

Trump Putar Otak: Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Rusia Demi Minyak?


Selasa, 10 Maret 2026 / 08:39 WIB
Trump Putar Otak: Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Rusia Demi Minyak?
ILUSTRASI. Melonggarkan sanksi Rusia jadi pertimbangan serius Presiden AS Donald Trump. Langkah ini berisiko besar bagi perang Ukraina. (KONTAN/White House )


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melonggarkan sanksi minyak Rusia, baik secara luas maupun melalui kebijakan lebih terbatas yang memungkinkan negara tertentu membeli minyak Rusia tanpa terkena sanksi AS.

Pekan lalu, pemerintah AS bahkan telah memberikan izin sementara kepada India untuk membeli beberapa kargo minyak Rusia guna membantu mengatasi gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Selain itu, pemerintah AS juga berdiskusi dengan negara-negara anggota Group of Seven mengenai kemungkinan pelepasan cadangan minyak secara bersama dari stok strategis.

Menteri Energi AS Chris Wright mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan penjualan minyak dari Strategic Petroleum Reserve, meskipun belum ada keputusan final.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak mempertimbangkan pembatasan ekspor energi AS sebagai cara untuk menekan harga.

Selain itu, opsi kebijakan lain yang dipertimbangkan termasuk intervensi di pasar kontrak berjangka minyak, pembebasan beberapa pajak federal, serta pelonggaran aturan Jones Act, yang mewajibkan pengangkutan bahan bakar domestik menggunakan kapal berbendera AS.

Tonton: AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran! Dunia Makin Tegang

Harga minyak melonjak

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump sebelumnya mengecilkan lonjakan harga minyak dan menyebut kenaikan tersebut hanya bersifat sementara.

Ia mengatakan kenaikan harga energi merupakan “harga yang sangat kecil untuk dibayar oleh Amerika.”

Trump juga memperkirakan dampak jangka panjang dari perang dengan Iran justru akan menghasilkan harga energi yang lebih rendah bagi konsumen AS.

Saat ini, harga minyak dunia telah mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 dan sempat menyentuh sekitar US$ 119 per barel pada Senin. Harga bensin dan bahan bakar lainnya juga melonjak sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

Situasi ini mendorong Gedung Putih meminta berbagai lembaga pemerintah menyiapkan usulan kebijakan untuk membantu menekan harga minyak dan bensin.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×