kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.158   14,00   0,08%
  • IDX 7.710   33,62   0,44%
  • KOMPAS100 1.068   5,72   0,54%
  • LQ45 768   4,07   0,53%
  • ISSI 280   2,88   1,04%
  • IDX30 409   2,52   0,62%
  • IDXHIDIV20 494   2,34   0,48%
  • IDX80 119   0,62   0,52%
  • IDXV30 139   2,23   1,63%
  • IDXQ30 130   0,46   0,36%

Trump Sebut Akan Berbicara dengan Iran, Pentagon Siapkan Opsi Aksi Militer


Jumat, 30 Januari 2026 / 09:36 WIB
Trump Sebut Akan Berbicara dengan Iran, Pentagon Siapkan Opsi Aksi Militer
ILUSTRASI. USA-TRUMP/ (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Kamis (29/1/2026) bahwa ia berencana untuk berbicara dengan Iran, di tengah langkah Pentagon yang menyiapkan opsi aksi militer jika diperlukan.

Pernyataan tersebut muncul saat AS mengirimkan satu kapal perang tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Berbicara kepada wartawan, Trump tidak merinci waktu maupun bentuk dialog yang dimaksud, serta tidak menjelaskan siapa dari pihak Washington yang akan memimpin pembicaraan dengan Teheran.

Baca Juga: Mata Uang Asia Melemah Jumat (30/1) Pagi, Baht Thailand Turun Paling Dalam

“Saya memang berencana untuk itu, ya,” ujar Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan dialog dengan Iran.

“Kami memiliki banyak kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang sedang berlayar menuju Iran sekarang, dan akan sangat baik jika kita tidak perlu menggunakannya.”

Sejumlah pejabat AS mengatakan Trump tengah meninjau berbagai opsi, namun belum mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan terhadap Iran.

Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, menyusul tindakan keras berdarah aparat Iran terhadap gelombang unjuk rasa di berbagai wilayah negara tersebut.

Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan melakukan intervensi jika Iran terus membunuh para demonstran.

Namun, aksi protes nasional yang dipicu oleh tekanan ekonomi dan represi politik itu belakangan mereda.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Fluktuatif (30/1), Bersiap Catat Kinerja Bulanan Terbaik 3 Tahun

Trump juga menegaskan Amerika Serikat akan bertindak jika Teheran kembali mengaktifkan program nuklirnya, setelah serangan udara pada Juni lalu oleh Israel dan AS yang menargetkan sejumlah instalasi nuklir utama Iran.

Dengan kekuatan militer AS dalam jumlah besar yang telah dikerahkan di kawasan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut diminta Trump untuk menyampaikan pandangannya dalam rapat kabinet mengenai situasi Iran.

“Mereka tidak seharusnya mengejar kemampuan nuklir. Kami akan siap melaksanakan apa pun yang diharapkan presiden dari Departemen Perang,” kata Hegseth, merujuk pada sebutan tidak resmi pemerintahan Trump untuk Departemen Pertahanan AS.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×