Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Konflik Meluas di Kawasan
Di Irak, U.S. Central Command melakukan operasi penyelamatan setelah pesawat pengisian bahan bakar militer jatuh.
Kelompok bersenjata pro-Iran Islamic Resistance in Iraq mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tersebut.
Presiden Emmanuel Macron mengatakan, seorang tentara Prancis tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan di Irak utara, beberapa jam setelah pangkalan militer Italia juga diserang di wilayah yang sama.
Serangan drone dan rudal juga dilaporkan terjadi di sejumlah negara Teluk, termasuk Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman.
Baca Juga: Harga Emas Diprediksi Turun Dalam Sepekan, Terbebani Harapan Penurunan Suku Bunga
Harga Minyak Melonjak
Ancaman gangguan besar terhadap pasokan energi global mendorong harga minyak naik sekitar 9% hingga mendekati US$100 per barel pada Kamis. Kenaikan ini menekan pasar saham AS dan Asia.
Untuk menstabilkan pasar energi, pemerintah AS mengeluarkan izin 30 hari bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini terdampar di laut.
Sementara itu, komentar Trump yang menyatakan AS akan mendapat keuntungan dari kenaikan harga minyak menuai kritik dari Partai Demokrat.
Mereka menilai Trump kurang memperhatikan dampak perang terhadap warga sipil, terutama setelah serangan yang menewaskan puluhan anak di sebuah sekolah perempuan di Iran.
Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis di Pagi Ini (13/3) Namun Berada di Jalur Penurunan Mingguan
Situasi di Dalam Iran
Di dalam Iran, warga melaporkan kehadiran aparat keamanan semakin meningkat.
“Pasukan keamanan ada di mana-mana, lebih banyak dari sebelumnya. Orang-orang takut keluar rumah, tetapi supermarket masih buka,” kata seorang guru berusia 35 tahun di Teheran.
Meski sebagian warga Iran menginginkan perubahan politik dan bahkan merayakan kematian pemimpin tertinggi sebelumnya, hingga kini belum terlihat adanya gerakan protes terorganisir di tengah serangan yang sedang berlangsung.













