kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Trump Sesumbar! Membunuh Pemimpin Iran Adalah Kehormatan Besar Baginya


Jumat, 13 Maret 2026 / 14:13 WIB
Trump Sesumbar! Membunuh Pemimpin Iran Adalah Kehormatan Besar Baginya
ILUSTRASI. Donald Trump (via REUTERS/Donald Trump via Truth Social)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan keras terhadap para pemimpin Iran dan menyebut sebagai “penjahat gila”, serta mengatakan merupakan “kehormatan besar” baginya untuk membunuh mereka.

Pernyataan itu muncul saat perang di Timur Tengah mendekati dua pekan dengan pertukaran serangan drone dan rudal di berbagai wilayah.

Baca Juga: AS Selidiki 60 Negara Terkait Dugaan Praktik Perdagangan Tidak Adil dan Kerja Paksa

Konflik yang dimulai dengan serangan gabungan Israel dan AS terhadap Iran pada akhir Februari telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, mengganggu kehidupan jutaan warga, serta mengguncang pasar energi dan keuangan global.

Dalam unggahan media sosial pada Jumat (13/3/2026), Trump menyatakan bahwa AS sedang “sepenuhnya menghancurkan rezim teroris Iran”.

“Kami memiliki kekuatan tembak yang tak tertandingi, amunisi tanpa batas, dan waktu yang cukup. Lihat saja apa yang terjadi pada para penjahat gila itu hari ini,” tulis Trump.

Ia juga mengatakan bahwa para pemimpin Iran telah membunuh orang tak bersalah di seluruh dunia selama 47 tahun.

“Sekarang saya, sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, membunuh mereka. Suatu kehormatan besar untuk melakukannya,” tambahnya.

Baca Juga: Fitch Naikkan Proyeksi Harga Logam dan Komoditas Tambang untuk 2026, Cek Datanya!

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan pertamanya pada Kamis menegaskan bahwa Iran akan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Ia juga meminta negara-negara tetangga menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka atau berisiko menjadi target Iran.

“Saya memastikan kepada semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan balas dendam atas darah para syuhada kalian,” kata Khamenei dalam pernyataan yang dibacakan oleh presenter televisi.

Khamenei menggantikan ayahnya setelah tewas dalam serangan awal Israel. Pejabat Iran menyebut ia sempat mengalami luka ringan. Trump sendiri mengatakan ia yakin Khamenei masih hidup namun “terluka”.

Baca Juga: ByteDance Dapat Akses Chip AI Terbaru Nvidia untuk Operasi di Luar China

Israel Klaim Serang 200 Target

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menggelar konferensi pers pertamanya sejak serangan udara dimulai pada 28 Februari.

Ia menyampaikan ancaman terselubung terhadap Khamenei sekaligus membela operasi militer tersebut.

“Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menjatuhkan rezim. Namun rezim biasanya jatuh dari dalam,” ujar Netanyahu.

Militer Israel menyatakan angkatan udaranya menyerang lebih dari 200 target di Iran bagian barat dan tengah dalam 24 jam terakhir.

Target tersebut mencakup peluncur rudal balistik, sistem pertahanan udara, serta fasilitas produksi senjata dalam operasi yang disebut Operation Roar of the Lion.

Iran membalas dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone pada malam hari. Salah satu rudal Iran menghantam kota Arab Badui di Israel utara dekat Nazareth, merusak beberapa rumah dan melukai 58 orang, menurut layanan ambulans Israel.

Baca Juga: Kuba Bakal Bebaskan 51 Tahanan dalam Kesepakatan yang Dimediasi Vatikan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×