kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Turki putuskan Hagia Sophia jadi masjid, begini reaksi dunia internasional


Sabtu, 11 Juli 2020 / 15:30 WIB
Turki putuskan Hagia Sophia jadi masjid, begini reaksi dunia internasional

Sumber: Al Jazeera | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - ISTANBUL. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan ikon kota Istanbul, Hagia Sophia terbuka untuk ibadat umat muslim setelah pengadilan tinggi Turki memutuskan bahwa konversi bangunan menjadi museum oleh negarawan pendiri Turki modern adalah ilegal.

Erdogan membuat pengumuman, Jumat (10/7), hanya satu jam setelah putusan pengadilan dijatuhkan, meskipun ada peringatan internasional untuk tidak mengubah status Hagia Sophia, monumen berusia hampir 1.500 tahun yang dipuja oleh umat kristiani dan muslim tersebut.

"Keputusan itu diambil untuk menyerahkan pengelolaan Masjid Ayasofya ... kepada Direktorat Urusan Agama dan membukanya untuk ibadah," demikian keputusan yang ditandatangani Erdogan seperti dilansir Al Jazeera.

Baca Juga: Sah! Hagia Sophia segera berubah fungsi menjadi masjid, Erdogan tandatangani dekrit

Hagia Sophia, situs warisan dunia UNESCO di Istanbul tersebut menjadi magnet bagi wisatawan di seluruh dunia. Pertama kali dibangun sebagai katedral di era Kekaisaran Bizantium Kristen, tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.

Putusan pengadilan Turki segera diikuti oleh Erdogan dengan mengumumkan bahwa Hagia Sophia akan dibuka kembali untuk ibadat umat muslim.

Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di Turki, dengan suara bulat membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 dan mengatakan Hagia Sophia terdaftar sebagai masjid dalam perbuatan propertinya.

Amerika Serikat, Yunani, dan para pemimpin gereja adalah di antara mereka yang menyatakan keprihatinan tentang perubahan status bangunan besar abad keenam, yang diubah menjadi museum pada masa-masa awal negara Turki sekuler modern di bawah Mustafa Kemal Ataturk.

Baca Juga: Museum Hagia Sophia jadi masjid, UNESCO kecewa



TERBARU

[X]
×