kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45992,69   1,09   0.11%
  • EMAS1.132.000 -0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Update Korban Perang Hamas vs Israel, 5 Negara Ini Putus Hubungan Diplomatik


Jumat, 03 November 2023 / 05:00 WIB
Update Korban Perang Hamas vs Israel, 5 Negara Ini Putus Hubungan Diplomatik
ILUSTRASI. Update Korban Perang Hamas vs Israel, 5 Negara Ini Putus Hubungan Diplomatik. REUTERS/Mutasem Murtaja


Reporter: kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Gaza. Jumlah warga Palestina yang tewas karena serangan Israel terus bertambah. Tak hanya mengutuk kekejaman tentara Israel, sejumlah negara pun memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut.

Diberitakan Kompas.com, setidaknya 9.061 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Lebih dari 1.400 orang tewas di Israel. Dilansir dari Al Jazeera, pertempuran sengit antara pasukan Israel dan pejuang Palestina dilaporkan terus terjadi di Gaza utara dan Kota Gaza seiring dengan meningkatnya pemboman terhadap daerah kantong yang terkepung.

Para pejabat Gaza mengatakan 195 orang tewas, 120 hilang dalam pemboman Israel di kamp pengungsi Jabalia, yang menurut PBB mungkin merupakan serangan tidak proporsional yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, satu-satunya fasilitas medis di Gaza yang melayani pasien kanker, terpaksa ditutup karena kehabisan bahan bakar. Sementara itu, Rumah Sakit Indonesia menggunakan generator cadangan.

Pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel

Sejumlah negara mengambil tindakan tegas untuk memprotes Israel yang terus menghujani Gaza dengan roket. Negara-negara tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

Dilansir dari Kompas.com. berikut daftar negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel:

1. Bolivia

Pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel diumumkan Menteri Kepresidenan Maria Nela Prada dalam konferensi pers di ibu kota La Paz, Bolivia, Selasa (1/11/2023). "Kami menuntut diakhirinya serangan di Jalur Gaza yang sejauh ini telah merenggut ribuan nyawa warga sipil dan menyebabkan pengungsian paksa warga Palestina," katanya, dilansir dari Guardian, Selasa.

Wakil Menteri Luar Negeri Bolivia Freddy Mamani mengatakan, pemutusan hubungan diplomatik merupakan bentuk penolakan dan kecaman atas serangan militer Israel. Langkah tersebut dilakukan tak lama setelah mantan Presiden Evo Morales menyerukan memutus hubungan dengan Israel karena situasi mengerikan yang dihadapi rakyat Palestina.

Melalui media sosial X (dulu Twitter), Jumat (20/10/2023), Morales menuntut Israel diklasifikasikan sebagai "negara teroris". Dia juga meminta agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan jajarannya diadukan ke pengadilan pidana internasional karena genosida.

Di bawah kepemimpinan Evo Morales, Bolivia sempat memutuskan hubungan dengan Israel pada 2009. Tindakan ini diambil setelah invasi negara itu ke Jalur Gaza. Namun, pada 2020, Bolivia kembali memulai hubungan diplomatik di bawah presiden sayap kanan Jeanine Anez. "Kami menolak kejahatan perang yang dilakukan di Gaza. Kami mendukung inisiatif internasional untuk menjamin bantuan kemanusiaan, sesuai dengan hukum internasional," kata Presiden Bolivia Luis Arce.

2. Kolombia

Beberapa jam setelah pengumuman pemutusan hubungan diplomatik oleh Bolivia, negara Amerika Latin lain, Kolombia, menarik duta besar negaranya untuk Israel. Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan, dia telah memanggil kembali duta besarnya atas "pembantaian rakyat Palestina" yang dilakukan Israel.

Baru-baru ini, Petro juga menyamakan tindakan Israel dengan tindakan pimpinan Nazi Jerman, Adolf Hitler. Pernyataan Presiden Kolombia pun memicu kecaman dari Kementerian Luar Negeri Israel.

3. Chile

Serupa, negara Amerika Latin lain, Chile, mengumumkan penarikan duta besar negaranya di Tel Aviv, Israel. Presiden Chile Gabriel Boric menyampaikan, pemanggilan perwakilan negaranya bertujuan untuk membahas pelanggaran hukum kemanusiaan internasional oleh Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Boric mengatakan, perempuan dan anak-anak masuk di antara lebih dari 8.800 warga sipil yang menjadi korban serangan Israel. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasi militer telah mewakili "hukuman kolektif terhadap penduduk sipil Palestina di Gaza".

4. Yordania

Diberitakan Aljazeera, Selasa, Yordania telah mengumumkan akan menarik duta besarnya untuk Israel sebagai tanggapan atas tindakan negara ini di Gaza. "Menteri Luar Negeri Ayman Safadi memutuskan untuk segera memanggil kembali duta besar Yordania untuk Israel," kata Kementerian Luar Negeri Yordania dalam sebuah pernyataan, Selasa.

Kementerian tersebut mengatakan, utusannya hanya akan kembali jika Israel menghentikan serangan di wilayah yang terkepung. Yordania juga meminta Israel untuk menarik duta besarnya untuk Arab Saudi di tengah krisis ini.

Yordania, yang bertetangga dengan Israel di sebelah timur, telah mengadakan perjanjian damai sejak 1994. Perjanjian tersebut telah mengembalikan sekitar 380 kilometer tanah Yordania dari kendali Israel dan menyelesaikan sengketa air yang sudah berlangsung lama.

Sebelumnya, Yordania tercatat terakhir kali menarik utusannya untuk Israel pada 2019, untuk memprotes penahanan dua warga negaranya selama berbulan-bulan tanpa tuduhan. Namun, serangan Israel selama 26 hari di Gaza yang menewaskan ribuan warga telah memicu reaksi regional parah, terutama di Yordania, tempat tinggal sekitar tiga juta warga Palestina.

Itulah update korban tewas serangan Israel di Gaza, Pelestina dan daftar negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Semoga ada sanksi internasional terhadap Israel yang tidak berperikemanusiaan.


 




TERBARU

[X]
×