kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Virus corona menggila, Hokkaido nyatakan keadaan darurat


Jumat, 28 Februari 2020 / 17:42 WIB
Virus corona menggila, Hokkaido nyatakan keadaan darurat
Suasana kota Sapporo, Hokkaido, Jepang (25/2/2020).

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Prefektur Hokkaido, Jepang, menyatakan keadaan darurat pada Jumat (28/2), menyusul lonjakan jumlah kasus virus corona baru. Pemerintah setempat meminta penduduk untuk tinggal di dalam rumah selama akhir pekan.

"Hokkaido telah melakukan segalanya untuk mengendalikan virus, tetapi krisis semakin dalam," kata Gubernur Hokkaido Naomichi Suzuki dalam konferensi pers, Jumat malam, yang disiarkan televisi seperti dikutip Reuters.

Pada Rabu (26/2), Jepang melaporkan dua kematian terkait virus corona baru. Salah satunya adalah orang lanjut usia di Hokkaido yang meninggal karena pneumonia akibat virus bernama Covid-19 tersebut.

Baca Juga: Transit di Bali, warga Selandia Baru dari Iran terjangkit virus corona

Pengujian yang dilakukan setelah kematian mengonfirmasi infeksi virus corona baru pada individu tersebut. Tapi, perinciannya belum dirilis atas permintaan keluarga.

Kematian yang lain adalah pria asal Tokyo berusia 80-an tahun yang hasil tes menunjukkan positif terinfeksi virus corona baru. Dia meninggal karena pneumonia.

Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan, lelaki dari Tokyo itu tidak melakukan perjalanan ke China baru-baru ini. Bahkan, dia tak memiliki kontak dengan orang yang diketahui terjangkit Covid-19.

Baca Juga: Balik dari China, Presiden Mongolia masuk karantina demi cegah virus corona

Penutupan sekolah

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada Kamis (27/2), ia meminta sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas untuk libur selama satu bulan.

Langkah tiba-tiba Abe itu menuai kritik lantaran bermotivasi politik dan tidak masuk akal. Pemerintah lokal juga mengkritik langkah tersebut dan setidaknya satu prefektur serta beberapa kota menolak permintaan untuk menutup sekolah.

Di bawah hujan pertanyaan di parlemen, Abe tampaknya mengisyaratkan kesediaan untuk melunakkan seruan penutupan massal sekolah. Ia mengatakan, itu hanya "pemikiran dasar" pemerintah dan sekolah juga pemerintah daerah harus "membuat keputusan mereka secara fleksibel".

Baca Juga: Virus corona menyebar di tiga benua, pasar bersiap untuk resesi global

Abe berjanji untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk mencegah wabah virus corona yang sudah menjadi pukulan berat terhadap pemulihan ekonomi Jepang yang rapuh.

Infeksi di Jepang telah mencapai 200 kasus, dengan lima kematian termasuk satu orang pada Jumat (28/2), seorang pria berusia tujuh puluhan. Angka itu tidak termasuk lebih dari 700 kasus dan lima kematian dari kapal pesiar karantina Diamond Princess yang berlabuh dekat Tokyo.



TERBARU

[X]
×