kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Vladimir Putin: Rusia Telah Menguji Burevestnik, Senjata Nuklir Generasi Berikutnya


Jumat, 06 Oktober 2023 / 06:22 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah berhasil menguji rudal strategis baru yang ampuh. Sputnik/Gavriil Grigorov/Kremlin via REUTERS 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pada Kamis (5/10/2023), Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah berhasil menguji rudal strategis baru yang ampuh dan menolak mengesampingkan kemungkinan negara itu dapat melakukan uji coba senjata yang melibatkan ledakan nuklir untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade.

Melansir Reuters, Putin mengatakan untuk pertama kalinya bahwa Moskow telah berhasil menguji Burevestnik, sebuah rudal jelajah bertenaga nuklir dan berkemampuan nuklir dengan potensi jangkauan ribuan mil.

Dia juga mengatakan pada pertemuan tahunan para analis dan jurnalis bahwa Rusia hampir menyelesaikan pekerjaan pada sistem rudal balistik antarbenua Sarmat, elemen kunci lain dari senjata nuklir generasi barunya.

Putin, yang telah berulang kali mengingatkan dunia akan kekuatan nuklir Rusia sejak melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022, mengatakan tidak ada orang waras yang akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Rusia.

Baca Juga: Serangan Terbaru Rusia Tewaskan 49 Orang di Timur Laut Ukraina

"Jika serangan seperti itu terdeteksi, misil kami dalam jumlah yang sangat banyak – ratusan, ratusan – akan muncul di udara sehingga tidak ada satu musuh pun yang memiliki peluang untuk bertahan hidup,” tegasnya.

Rusia belum pernah melakukan uji coba yang melibatkan ledakan nuklir sejak tahun 1990, tahun sebelum runtuhnya Uni Soviet. Namun Putin menolak mengesampingkan kemungkinan pihaknya dapat melanjutkan pengujian tersebut.

Dia mencatat bahwa Amerika Serikat belum meratifikasi perjanjian yang melarang uji coba nuklir, sedangkan Rusia telah menandatangani dan meratifikasinya. Secara teori, Duma, parlemen Rusia, bisa saja mencabut ratifikasinya, katanya.

Baca Juga: Rusia Tegaskan Belum Meninggalkan Moratorium Uji Coba Nuklir




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×