kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Warren Buffett Tak Memandang Emas Sebagai Aset Berharga, Mengapa?


Rabu, 11 September 2024 / 03:58 WIB
ILUSTRASI. Waren Buffett bukan salah satu investor terhebat dunia lewat investasi emas. REUTERS/Rick Wilking


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dia juga bilang, masalah terbesarnya dengan emas adalah bahwa logam mulia ini tidak dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai. Nilainya naik dan turun berdasarkan pada apa yang orang lain bersedia bayar untuk itu, bukan berdasarkan kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya.

"Produktivitas membangun kekayaan, bukan emas," kata Buffett mengakhiri kecamannya pada emas dalam surat itu dan membandingkannya dengan aset produktif yang dia sukai.

Baca Juga: Bisnis Warren Buffett tak kebal virus corona, ini buktinya

Namun, investor masih memilih emas daripada aset produktif ini sepanjang waktu. Aset yang akan menghasilkan jagung dan kapas dan minyak dan gas lebih lama dari masa hidup kita. Sedangkan emas tidak akan bergeming dan tetap tidak mampu menghasilkan apa-apa. Singkatnya, Warren Buffett berkata, "Anda bisa membelai kubus, tetapi kubus tidak akan merespons."

Ada lagi alasan bagus mengapa Warren Buffett membenci emas. Orang yang membeli emas mengharapkan orang yang lebih bodoh untuk membelinya dari mereka dengan harga yang lebih tinggi di masa mendatang. "Tapi itu bukan investasi, itu perjudian," jelasnya seperti yang dikutip dari The Motley Fool.

Baca Juga: Warren Buffett buyback saham Berkshire Hathaway senilai Rp 75,03 Triliun

Sebaliknya, Warren Buffett berusaha mengelilingi dirinya dengan aset yang terus-menerus menghasilkan nilai. Pendapatan yang mengalir melalui bisnis diinvestasikan kembali pada lini bisnis baru yang menghasilkan lebih banyak pendapatan. Ini adalah siklus yang tidak pernah berakhir di mana kekayaan baru diciptakan setiap tahun.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×