kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

WHO: Ada kemajuan luar biasa dalam perang melawan virus corona


Rabu, 19 Februari 2020 / 23:43 WIB
WHO: Ada kemajuan luar biasa dalam perang melawan virus corona
ILUSTRASI. Seorang perempuan menggunakan masker dan jas hujan plastik untuk melindungi diri dari virus corona di sebuah stasiun kereta api di Shanghai, China, 17 Februari 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KAIRO. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji "kemajuan luar biasa" dalam perang melawan virus corona baru yang mematikan sejak muncul di China pada Desember tahun lalu.

"Kami membuat kemajuan luar biasa dalam waktu singkat. Tren sangat menggembirakan tetapi kami belum berada pada titik balik," kata Richard Brennan, Direktur Darurat Regional WHO, dalam konferensi pers di Kairo, Rabu (18/2), seperti dilansir Channelnewsasia.com.

Korban tewas akibat wabah Covid-19 melonjak, melewati angka 2.000 pada Rabu (18/2), hampir semuanya di China daratan, dengan 74.185 kasus infeksi virus corona terkonfirmasi.

Baca Juga: WHO: Semua negara harus siap dengan kedatangan virus corona

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri China Sun Chunlan mengatakan, upaya untuk mencegah dan mengendalikan wabah virus corona baru di Provinsi Hubei mengalami kemajuan, tetapi situasinya masih parah.

Stasiun CCTV yang Pemerintah China kelola melaporkan pernyataan Sun itu, Rabu (19/2). Melansir Reuters, penyiar CCTV menyebutkan, Beijing mendesak Hubei dan Kota Wuhan untuk memperkuat pemeriksaan pasien yang mengalami demam.

Tapi, tanda-tanda menjanjikan wabah virus corona mulai mereda dari China datang dari Komisi Kesehatan Nasional, yang melaporkan 1.749 kasus baru Covid-19, angka harian terendah sejak 29 Januari.

Baca Juga: Demi cegah virus corona, Korea Utara perpanjang masa karantina jadi 30 hari

Sementara Hubei, pusat wabah virus corona, melaporkan jumlah kasus infeksi harian terendah sejak 11 Februari. Di luar Hubei, hanya ada 56 kasus baru, turun dari puncak 890 kasus pada 3 Februari.

Angka-angka terbaru itu membawa jumlah total kasus di China menjadi lebih dari 74.000 dan jumlah kematian menjadi 2.004, tiga perempat di antaranya terjadi di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei.

Mengutip Reuters, media Pemerintah China melaporkan, Pemerintah Hubei akan melacak siapa pun yang mengunjungi dokter dengan keluhan demam sejak 20 Januari lalu atau yang membeli obat demam dan batuk bebas resep.

Baca Juga: Wakil PM China: Upaya kendalikan virus corona alami kemajuan tapi situasi tetap parah

Pejabat China mengatakan, penurunan yang nyata dalam tingkat infeksi menjadi bukti bahwa langkah-langkah ketat itu berhasil. Itu sebabnya, dampak ekonomi dari wabah Covid-19 akan terbatas dan jangka pendek.

Memang, ahli epidemiologi menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir laporan dari Tiongkok memang menggembirakan. Tapi, masih terlalu dini untuk memprediksikan, apakah epidemi virus corona sudah terkendali.

 



TERBARU

[X]
×