kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.110   80,00   0,44%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Xiaomi Tantang Tesla, Luncurkan SUV Sky Nomad Berteknologi EREV


Kamis, 09 Juli 2026 / 11:43 WIB
Xiaomi Tantang Tesla, Luncurkan SUV Sky Nomad Berteknologi EREV
ILUSTRASI. A 3D printed Xiaomi logo is seen in this illustration taken, September 30, 2021. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Xiaomi meluncurkan seri sport utility vehicle (SUV) terbaru bernama Sky Nomad pada Kamis (9/7/2026), sebagai bagian dari upaya perusahaan teknologi asal China itu memperkuat bisnis otomotif di tengah melambatnya pertumbuhan pasar ponsel pintar.

Mengutip Reuters, CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan seri SUV tersebut akan dipasarkan dengan nama Xiaomi Pengcheng di China dan mengusung konsep kendaraan yang "cerdas, serbaguna, dan lapang."

Baca Juga: UPDATE-Harga Emas Turun ke US$ 4.060 Kamis (9/7), Konflik AS-Iran Memanas

Sky Nomad merupakan kendaraan extended-range electric vehicle (EREV), yakni jenis mobil hibrida plug-in yang menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh baterai.

Peluncuran ini menandai ekspansi Xiaomi dari lini sedan dan crossover listrik murni ke segmen SUV EREV yang semakin populer di China, seiring meningkatnya permintaan terhadap kendaraan dengan jarak tempuh lebih panjang.

Sebelumnya, Xiaomi telah memasarkan sedan listrik SU7 dan crossover YU7, yang dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Prancis vs Maroko: Laga Penuh Sejarah di Perempat Final Piala Dunia 2026

Xiaomi masuk ke industri otomotif untuk mencari sumber pertumbuhan baru di tengah perlambatan pasar global ponsel pintar dan peralatan rumah tangga yang sudah memasuki tahap matang.

Meski demikian, bisnis kendaraan listrik masih membutuhkan investasi besar dan memiliki margin keuntungan yang lebih tipis dibandingkan bisnis elektronik konsumsi.

Dalam strategi pemasarannya, Xiaomi memosisikan mobil listriknya sebagai alternatif berteknologi tinggi dari China untuk menyaingi produk Tesla, khususnya Model 3 dan Model Y.

Berdasarkan data platform informasi otomotif DCar, hingga akhir Juni 2026 Xiaomi telah mengirimkan sebanyak 258.232 unit crossover YU7 di pasar China sejak model tersebut diluncurkan pada Juni 2025.

Baca Juga: IHW 2026 Jadi Ajang Perluas Investasi dan Kolaborasi Sektor Kesehatan

Sebagai perbandingan, penjualan Tesla Model Y di China mencapai 471.207 unit pada periode yang sama.

Meski permintaan untuk model-model yang ada masih kuat, Xiaomi menghadapi tantangan berupa perlambatan pasar otomotif domestik.

Selain itu, perusahaan juga belum mulai mengekspor kendaraan listriknya, berbeda dengan sejumlah produsen otomotif China lainnya.

Xiaomi menargetkan mulai memasarkan kendaraan listriknya di Eropa pada tahun depan.

Menurut Lei Jun, konsumen kini menginginkan mobil yang tidak sekadar menjadi alat transportasi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang hidup kedua.

"Bagi mereka, mobil bukan hanya sarana transportasi, melainkan ruang bergerak yang dapat menjadi rumah kedua," ujar Lei.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×