kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.113   83,00   0,46%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Produksi Sawit Malaysia Melonjak, Pabrik di Perak Kewalahan Tampung TBS


Kamis, 09 Juli 2026 / 11:51 WIB
Produksi Sawit Malaysia Melonjak, Pabrik di Perak Kewalahan Tampung TBS
ILUSTRASI. Ilustrasi harga CPO atau saham emiten sawit (KONTAN/Muradi)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Produksi minyak sawit Malaysia meningkat tajam, membuat sejumlah pabrik kelapa sawit di negara bagian Perak kewalahan mengolah lonjakan pasokan tandan buah segar (TBS) yang masuk.

Lonjakan produksi ini terjadi meski sebelumnya muncul kekhawatiran fenomena El Nino akan menekan produksi sawit di Malaysia.

Baca Juga: Xiaomi Tantang Tesla, Luncurkan SUV Sky Nomad Berteknologi EREV

Mengutip Reuters Kamis (9/7/2026), hasil survei Reuters menunjukkan, produksi minyak sawit mentah (CPO) Malaysia pada Juni diperkirakan naik 8,9% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,65 juta ton.

Seiring kenaikan produksi tersebut, persediaan minyak sawit diproyeksikan mencapai level tertinggi untuk bulan Juni sepanjang sejarah.

Harian lokal Sin Chew Daily sebelumnya melaporkan bahwa sejumlah pabrik kelapa sawit di Perak tidak mampu menyerap panen besar dari wilayah tersebut karena tangki penyimpanan CPO telah penuh.

Baca Juga: UPDATE-Harga Emas Turun ke US$ 4.060 Kamis (9/7), Konflik AS-Iran Memanas

Presiden Palm Oil Millers Association David Lim Lian Keong mengatakan, kondisi di Perak dipicu lonjakan musiman produksi TBS yang melebihi kapasitas logistik dan pengolahan di wilayah tersebut.

Menurutnya, Perak memang memiliki jumlah kilang (refinery) yang relatif terbatas sehingga kapasitas penyerapan hasil panen menjadi terbatas.

Akibatnya, sejumlah pabrik di Perak mengalami kemacetan operasional. Truk pengangkut TBS mengantre untuk membongkar muatan, sementara beberapa pabrik terpaksa membatasi pembelian TBS dari petani kecil di sejumlah wilayah.

Meski demikian, Lim menegaskan kondisi tersebut hanya terjadi secara lokal dan tidak mencerminkan situasi di seluruh Malaysia.

Ia menjelaskan, wilayah penghasil sawit utama lainnya seperti Kedah, Selangor, Negeri Sembilan, dan Pahang belum memasuki puncak musim panen sehingga pabrik-pabrik di daerah tersebut masih memiliki kapasitas yang cukup untuk mengolah seluruh pasokan TBS.

Baca Juga: IHW 2026 Jadi Ajang Perluas Investasi dan Kolaborasi Sektor Kesehatan

Pada 2025, produksi minyak sawit mentah Malaysia mencapai 20,28 juta ton, dengan kontribusi Perak sebesar 2,03 juta ton atau sekitar 10% dari total produksi nasional.

Lim memperkirakan kondisi kepadatan di Perak hanya bersifat sementara. Setelah puncak panen berlalu dan volume TBS kembali normal, aktivitas pengolahan diperkirakan akan kembali berjalan lancar tanpa memerlukan intervensi khusus dari pemerintah.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×