Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan Kang Hoon-sik akan melakukan perjalanan ke Kazakhstan, Oman, dan Arab Saudi untuk mengamankan pasokan minyak mentah dan nafta. Hal tersebut dilakukan di tengah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Kang akan berangkat pada Selasa (7/4/2026) sore sebagai utusan khusus Presiden Lee Jae Myung untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah, perusahaan energi, dan operator kapal di ketiga negara tersebut guna memastikan kargo mencapai pelabuhan domestik dan mendukung pasokan barang-barang penting yang stabil, termasuk produk medis, katanya.
Korea Selatan sangat membutuhkan diversifikasi jalur pasokan karena negara tersebut bergantung pada jalur Hormuz untuk sekitar 61% impor minyak mentah dan 54% impor nafta, katanya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan.
Baca Juga: Parlemen Vietnam Memilih Pemimpin Partai To Lam Sebagai Presiden Baru
Kang mengatakan, pengiriman minyak mentah dan nafta yang diperoleh bulan lalu dari Uni Emirat Arab berdasarkan kesepakatan pasokan 24 juta barel telah mulai tiba di pelabuhan Korea Selatan.
Pemerintah juga bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan kelancaran lalu lintas 26 kapal berbendera Korea Selatan yang saat ini menunggu di Selat Hormuz, katanya.
Kang mendesak rumah tangga dan bisnis untuk aktif berpartisipasi dalam langkah-langkah penghematan energi untuk membantu negara mengatasi kondisi pasokan yang ketat.













