kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AS Klaim Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku di Tengah Serangan di UEA


Selasa, 05 Mei 2026 / 22:59 WIB
AS Klaim Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku di Tengah Serangan di UEA
ILUSTRASI. Donald Trump, Pete Hegseth, dan Marco Rubio (REUTERS/Piroschka Van De Wouw)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/CAIRO. Amerika Serikat menyatakan bahwa gencatan senjata yang rapuh dengan Iran masih tetap berlaku, meskipun terjadi saling serang yang kembali memicu ketegangan di kawasan Teluk.

Di saat yang sama, Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan kembali menjadi target serangan rudal dan drone dari Iran.

Baca Juga: Impor AI Melonjak, Defisit Dagang AS Tembus US$ 60,3 Miliar

Pemerintah UEA mengatakan, serangan tersebut terjadi pada Selasa (5/5/2026) dan menyebutnya sebagai eskalasi serius yang mengancam keamanan nasional.

Kementerian pertahanan UEA menyebut sistem pertahanan udara kembali aktif menghadapi ancaman rudal dan drone yang diluncurkan dari arah Iran.

“Kami tidak mencari konflik. Saat ini gencatan senjata masih berlaku, tetapi kami akan terus mengawasi situasi dengan sangat ketat,” ujar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam konferensi pers dilansir dari Reuters.

Meski demikian, Pentagon menyebut operasi militer AS di kawasan tersebut bersifat sementara. AS sebelumnya mengerahkan angkatan laut untuk mengawal kapal dagang yang terjebak di Selat Hormuz dalam operasi yang disebut “Project Freedom”.

Baca Juga: UPDATE: Minyak Dunia Turun Tipis Selasa (5/5, Konflik Timur Tengah Tahan Penurunan

Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz kembali menjadi titik panas konflik setelah dilaporkan terjadi gangguan serius pada jalur pelayaran minyak global.

AS menyebut telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta sejumlah rudal jelajah dan drone dalam operasi militer terbaru.

Pemerintah Iran membantah klaim tersebut dan menuduh AS menargetkan kapal sipil dan kapal kargo.

Media Iran bahkan menyebut serangan tersebut menewaskan lima warga sipil, meski informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Sementara itu, Iran juga mengklaim telah menembakkan peringatan kepada kapal perang AS yang mendekati wilayah selat, hingga memaksanya mundur.

Jenderal Dan Caine dari Kepala Staf Gabungan AS mengatakan bahwa sejak gencatan senjata diumumkan pada 7 April, Iran telah beberapa kali menyerang kapal dagang serta menahan dua kapal kontainer. Ia menyebut lebih dari 10 serangan juga diarahkan ke pasukan AS, namun belum mencapai level yang memicu perang besar.

“Serangan tersebut masih berada di bawah ambang dimulainya operasi tempur besar,” ujarnya.

Baca Juga: Inflasi Filipina Tembus 7,2%, Risiko Kenaikan Suku Bunga Kian Besar

Serangan ke UEA dan Dampaknya

UEA juga melaporkan serangan rudal yang menyebabkan kebakaran di pelabuhan minyak Fujairah, salah satu titik penting ekspor energi.

Iran disebut menargetkan wilayah tersebut sebagai respons atas aktivitas militer AS di kawasan.

Teheran mengklaim aksi tersebut merupakan balasan atas “petualangan militer AS”.

Pemerintah Iran juga merilis peta wilayah maritim yang diklaim berada di bawah kendali mereka, mencakup area yang lebih luas hingga mendekati pesisir UEA, termasuk pelabuhan Fujairah dan Khorfakkan.

Kedua pelabuhan tersebut selama ini menjadi jalur alternatif UEA untuk menghindari terganggunya Selat Hormuz yang hampir tertutup akibat konflik.

Baca Juga: Inflasi Filipina Tembus 7,2%, Risiko Kenaikan Suku Bunga Kian Besar

Upaya Diplomasi Masih Berjalan

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menyatakan bahwa perundingan damai masih berlangsung melalui mediasi Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pembicaraan dengan China juga sedang dilakukan.

Sementara itu, proses diplomasi antara AS dan Iran masih menemui hambatan. Kedua pihak sebelumnya telah melakukan satu putaran perundingan tatap muka, namun belum berhasil menyepakati pertemuan lanjutan.

Baca Juga: Citigroup Bersiap Umumkan Target Laba Baru, Andalkan AI

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS-Israel bertujuan menghilangkan ancaman dari program nuklir dan rudal Iran.

Namun Iran menegaskan program nuklirnya bersifat damai dan membantah tuduhan tersebut.

Trump juga menuntut Iran menyerahkan stok uranium yang diperkaya sebagai syarat untuk mencegah pengembangan senjata nuklir, tuntutan yang hingga kini ditolak Teheran.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×