kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bagaimana Jeff Bezos mengubah Washington Post dari rugi menjadi untung?


Minggu, 18 Agustus 2019 / 06:20 WIB
Bagaimana Jeff Bezos mengubah Washington Post dari rugi menjadi untung?
Jeff Bezos

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   NEW YORK. CEO dan Pendiri Amazon, Jeff Bezos, memutuskan membeli salah satu surat kabar besar di Amerika Serikat (AS) The Washington Post tahun 2013 dalam kondisi sekarat. Namun ia hanya butuh waktu tiga tahun untuk mengubah surat kabar tersebut sehingga mencatatkan keuntungan. 

Bezos juga mampu melipatgandakan jumlah pengunjung atau pelanggan surat kabar tersebut sehingga menjadi perusahaan yang sehat kembali dan bahkan menjadi lebih besar.

Baca Juga: Jeff Bezos membawa dua superyachts 90 kaki ke restoran Miami dengan 17 tamunya

Sejak diakuisisi Bezos, The Washington Post telah merekrut tambahan karyawan sebanyak 250 orang dan mengembangkan ruang berita perusahaan ini. Total karyawan perusahaan tersebut saat ini sekitar 900 orang.

Bezos juga berhasil  mengembangkan sistem managemen konten yang baru mulai melisensikannya dan  menjadi perintis dalam melibatkan masyarakat secara aktif di platform seperti Reddit dan TIK tok.

Transisi The Washington Post dari surat kabar lokal ke outlet berita nasional dikristalisasi ketika penerbit Fred Ryan mengumumkan pada bulan September 2017 bahwa The Washington Post telah melampaui angka 1 juta untuk pelanggan yang hanya membayar secara digital.

"Jumlah yang sekarang telah berkembang menjadi lebih dari 1,5 juta," ucapnya seperti dilansir CNN.

Prestasi mengesankan Bezos ini mendapat pengakuan dari mantan pemilik The Washington Post, Donald Graham.  Ia mengatakan Bezos memiliki kemampuan memikirkan jangka panjang yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Bezos mampu menyihir The Washington Post agar dapat bergerak lebih cepat dan mencatat keuntungan.

Baca Juga: Senator AS Bernie Sanders tuding Jeff Bezos di belakang berita buruk soal dirinya

Graham mengatakan, ia yang menawarkan koran milik keluarga tersebut kepada Bezos enam tahun lalu. Ia menawarkan The Washington Post kepada Bezos karena mereka sebelumnya merupakan salah satu pelanggan terbesar di perusahaan milik Bezos yakni Amazon sehingga memahami perkembangan Amazon sejak awal dibesarkan Bezos.

Dalam pembicaran awal dengan Bezos, saat menawarkan The Washington Post, Graham mengaku sangat terkesan.

Ia memuji karakteristik Bezos dalam berpikir jangka panjang untuk kesuksesan Amazon. Karena itu, ia juga yakin Bezos merupakan nahkoda terbaik untuk dipercayakan memiliki dan memimpin The Washington Post.

Baca Juga: Warren Buffett tambah kepemilikan saham Amazon sebanyak 11%

Graham tak menepis banyaknya kritikan kepada perusahaan Bezos yakni Amazon. Ada yang mengatakan Amzon terlalu mahal dan perusahaan itu akan bangkrut.

Namun pasca perbincangan awal dengan Bezos, Graham tahu Bezos berpikir untuk jangka panjang, kendati ia juga tetap memikirkan perkembangan perusahaan secara kuartalan.

Namun Bezos memiliki karakteristik untuk jangka panjang.  Hal itu terlihat bagaimana ia mempersiapkan Amazon menjadi perusahaan wahid berkelas dunia. Pertama ia mentransformasikan perusahaan itu dari perusahaan penerbitan, kemudian menjadi perusahaan perdagangan.

Setelah 24 tahun Bezos mendirikan Amzon, perusahaan ini memilik nilai hampir US$ 900 miliar dan pernah menembus seniali US$ 1 triliun pada September 2018 lalu. Saat ini Bezos juga tengah mengembangkan perusahaan Blue Origin, sebuah perusahaan yang mengeksplorasi kedirgantaraan yang memiliki semboyang: Langkah Demi Langkah Sengit.

Graham mengatakan, Bezos memiliki bakat yang besar pada teknologi yang tidak dimiliki keluarganya. Itulah yang membuat The Washington Post tidak berkembang saat mereka menjadi pemilik mayoritas saham perusahaan surat kabar ini. Namun setelah kepemilikannya beralih ke Bezos, perusahaan ini mencatat keuntungan.

Bezos sendiri mengakui keberhasilannya dalam mengembangkan The Washington Post. Namun ia mengatakan harus terlebih dahulu melakukan pencarian "jiwa" sebelum benar-benar bisa mengembangkan The Washington Post.

Karena sebelumnya, ia bukanlah orang yang paham bisnis media. Dia tidak tahu apa-apa tentang bisnis surat kabar, tetapi melalui percakapannya dengan Graham dia menjadi yakin akan pentingnya menghadapi tantangan.

Baca Juga: Jeff Bezos dan Lauren Sanchez kembali pamer kemesraan di depan publik

Enam tahun setelah menjadi pemilik The Washington Post, Bezos sering berbicara tentang betapa berharganya pengalaman itu.

"Saya tahu bahwa ketika saya berusia 90 tahun, itu akan menjadi salah satu hal yang paling saya banggakan, bahwa saya mengambil Washington Post dan membantu mereka melalui transisi yang sangat berat," katanya dalam sebuah wawancara pada 2018.

Graham mengatakan bahwa dia senang Bezos memahami hubungannya dengan The Washington Post dalam jangka waktu yang begitu lama:

"Dia adalah seorang pebisnis yang sangat cakap. Dan kecemerlangan teknologinya dan kecemerlangan usahanya akan sangat berguna bagi The Washington Post sepanjang hidupnya," tutur Graham

 

 

 




TERBARU

Close [X]
×