kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Barrack Obama Menang!


Rabu, 05 November 2008 / 11:45 WIB


Reporter: Femi Adi Soempeno |

CALIFORNIA. Barack Obama memenangkan pemilihan presiden di AS. Ia menjadi presiden ke-44 di AS, dan membuka sejarah lembaran baru di sepanjang sejarah pemilihan presiden AS. Ia merupakan presiden pertama Afro-Amerika yang harus memikul tanggung jawab yang tak enteng.

Obama memenuhi 338 suara delegasi negara bagian dan mengalahkan pesaingnya John McCain yang hanya mengantongi 156 suara delegasi negara bagian per 23.58 waktu setempat.

Kemenangan pemilihan presiden kali ini, dengan perolehan suara delegasi partai Demokrat yang gemuk di level kongres, mengantarkan Obama untuk mengontrol pemerintahan untuk yang pertama kalinya sejak tahun 1990. Ini memberi kesempatan bagi Obama untuk menjadi sumbu yang penting dalam sejarah politiknya.

"Dia ingin menjelma menjadi pemimpin," kata sejarawan presidential James McGregor Burns dalam wawancara Bloomberg. Layaknya pemimpin, seperti Franklin Delano Roosevelt, Burns mengatakan, "Ia tahu bagaimana menyatakan tujuan yang besar dan memanggil orang-orang untuk membantunya mewujudkan tujuannya."

"Obama telah membuat kampanye untuk: berubah, berubah, berubah," kata Burns. Menurutnya, Obama saat ini tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya untuk mencoba mewujudkan hal itu.

Saat ini, publik tengah menanti pidato Obama di Grant Park Chicago.

Obama akan masuk ke Gedung Putih pada 20 Januari 2009. Ia harus melanjutkan janjinya untuk mencari solusi energi alternatif, dan pemotongan pajak untuk kelas menengah. Ia juga harus menghadapi krisis finansial yang paling buruk sejak "the Great Depression", peperangan di Irak dan Afghanistan, dan isu terorisme internasional yang kian mengerucut.




TERBARU

[X]
×