kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Benarkah tidak ada kasus wabah corona di Korea Utara?


Senin, 23 Maret 2020 / 15:01 WIB
Benarkah tidak ada kasus wabah corona di Korea Utara?
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Dengan fokus dunia internasional pada wabah virus corona, Korea Utara malah agresif menggelar latihan rudal dan latihan militer dalam beberapa pekan terakhir. Korea Utara juga sesumbar bahwa mereka telah menghindari wabah corona.

Reuters melaporkan, beberapa pakar internasional skeptis terhadap pernyataan Korea Utara bahwa mereka tidak memiliki satu pun kasus virus corona, yang pertama kali terdeteksi di China yang notabene tetangga dekat Korea Utara.

Baca Juga: Makin turun, kasus baru virus corona di China kini semuanya impor

Namun untuk pertama kalinya sejak akhir Februari 2020, tentara Korea Utara yang melakukan latihan militer dan menguji coba penembakan rudal balistik jarak pendek selama akhir pekan diperlihatkan tidak memakai topeng wajah di foto-foto media pemerintah.

Korea Utara menyatakan telah membebaskan hampir semua orang asing yang dikarantina sebagai tindakan pencegahan. Tak hanya itu, dalam keputusan yang mengejutkan sejumlah pakar, Korea Utara mengumumkan akan mengadakan pertemuan besar Majelis Rakyat Tertinggi (SPA) pada awal April 2020.

"Saya agak terkejut bahwa Korea Utara memutuskan untuk melanjutkan sesi SPA musim semi," kata Rachel Minyoung Lee, seorang analis NK News yang berbasis di Seoul, sebuah situs web yang memantau Korea Utara.

"Itu menandakan ini sejalan dengan perubahan nyata dalam pemberitaan media Korut soal virus corona dalam dua minggu terakhir yang menyarankan Korea Utara meningkatkan kepercayaan diri dalam mengelola situasi wabah virus corona," imbuh dia seperti dilansir Reuters.

Selain pengumuman SPA, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, merilis pernyataan melalui media pemerintah pada Minggu (22/3) mengomentari surat terbaru Presiden AS Donald Trump ke Korea Utara, yang menawarkan bantuan penanganan virus corona.

"Dia (Kim Jong Un) tampaknya berusaha menunjukkan kepercayaan dan kekuatannya kepada rakyatnya, bahwa dia memegang kendali, dan bahwa rezim berfungsi normal dengan mengejar tujuan strategisnya meskipun ada krisis nasional terkait virus yang tidak dapat mereka kendalikan," kata Rachel.

Menurut Rachel, Kim Jong Un perlu membuat konstituennya di Pyongyang senang dan berusaha menunjukkan bahwa Korea Utara tidak terkalahkan.

Baca Juga: Singapore Airlines grounded hampir semua armadanya gara-gara wabah corona

Media pemerintah Korea Utara telah menyiarkan serangkaian laporan tentang seberapa serius pemerintah melakukan upaya pencegahan virus corona.

Salah satu laporan di surat kabar partai yang berkuasa, Rodong Sinmun pada Senin (23/3), misalnya, melpaorkan seorang pejabat partai lokal telah dihukum karena merusak langkah-langkah pencegahan nasional virus corona dengan mengorganisir pesta minum.

Baca Juga: Per hari ini, Singapura larang visitor jangka pendek masuk ke negaranya

"Di bawah situasi saat ini dimana saksi mengintensifkan kampanye melawan Covid-19, menjadi masalah politik yang penting bahwa semua orang harus mematuhi standar dan perintah yang ditetapkan dalam sistem anti-epidemi darurat negara," kata surat kabar itu dalam tajuk rencana, merujuk pada penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Tetapi organisasi-organisasi bantuan telah memperingatkan bahwa sistem kesehatan Korea Utara kekurangan sumber daya kronis, seringkali gagal memenuhi kebutuhan sehari-hari warga negara, dan akan kesulitan untuk menangani wabah besar apa pun dari virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 337.000 orang dan membunuh lebih dari 14.650 di seluruh dunia.

"Mendengar dari kerabat saya di sana, satu hal yang pasti adalah situasinya sangat serius," kata seorang pembelot Korea Utara yang tinggal di Korea Selatan.

Kalau tidak, ujar dia, mereka tidak akan terlalu berisik mendengar berita tentang ini. "Tidak ada cara bagi penghuni untuk mengetahui siapa yang meninggal," tandasnya.

Baca Juga: Rand Paul menjadi senator AS pertama yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona



TERBARU

[X]
×