kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Bikin Netanyahu Murka, Macron Akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB


Jumat, 25 Juli 2025 / 08:28 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan niatnya untuk secara resmi mengakui Negara Palestina pada bulan September mendatang, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) REUTERS/Ronen Zvulun


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Ia juga mengecam pemblokiran bantuan kemanusiaan yang didanai Kanada oleh Israel, dan menyerukan gencatan senjata segera.

Baca Juga: Ozzy Osbourne Meninggal Dunia, Dukungannya Terhadap Israel Jadi Sorotan

“Kanada menyerukan semua pihak untuk segera berunding demi gencatan senjata. Kami mendesak Hamas untuk membebaskan semua sandera, dan menyerukan Israel untuk menghormati integritas wilayah Tepi Barat dan Gaza,” kata Carney.

Sikap Macron dinilai berani, mengingat Amerika Serikat telah menyatakan keberatan keras terhadap langkah pengakuan sepihak terhadap Palestina, dan menyebutnya bisa bertentangan dengan kepentingan kebijakan luar negeri Washington.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman Macron tersebut.

Sumber diplomatik menyebut Macron telah mempertimbangkan langkah ini selama beberapa bulan terakhir demi menjaga relevansi solusi dua negara.

Sebelumnya, Prancis dan Arab Saudi sempat berencana menggelar konferensi perdamaian pada Juni lalu, namun tertunda akibat perang udara antara Israel dan Iran serta tekanan dari AS.

Konferensi tersebut kini dijadwalkan ulang sebagai pertemuan tingkat menteri pada 28–29 Juli, dengan rencana pertemuan lanjutan di sela-sela Sidang Umum PBB pada September mendatang.

Baca Juga: Militer Israel Serang Rumah Staf dan Gudang Utama WHO di Gaza

Keputusan Macron ini juga disebut sebagai strategi untuk menciptakan landasan negosiasi dan membangun momentum bersama negara-negara yang masih ragu atau mempertimbangkan pengakuan terhadap Palestina. Sekitar 40 menteri luar negeri dijadwalkan hadir di New York pekan depan.

Israel sendiri disebut telah melakukan lobi besar-besaran selama berbulan-bulan untuk menggagalkan langkah Prancis.

Ancaman yang dilayangkan mencakup pengurangan kerja sama intelijen hingga rencana aneksasi sebagian wilayah Tepi Barat.

Di tengah perang yang masih berkecamuk di Gaza sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, Israel menilai pengakuan negara Palestina justru sama dengan memberikan legitimasi kepada Hamas.

Baca Juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Keracunan Makanan

Sementara itu, Wakil Presiden Otoritas Palestina, Hussein Al Sheikh, menyambut baik keputusan Prancis dan menyebutnya sebagai bentuk dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara merdeka.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×