kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Buffett Diam-Diam Taruh 25% Portofolionya di Saham AI — Ini Daftarnya


Senin, 01 Desember 2025 / 02:40 WIB
Buffett Diam-Diam Taruh 25% Portofolionya di Saham AI — Ini Daftarnya
ILUSTRASI. Warren Buffett, yang dikenal sebagai salah satu investor paling sukses sepanjang masa, selama bertahun-tahun dikenal berhati-hati dalam berinvestasi di perusahaan teknologi.


Sumber: The Motley Fool,The Motley Fool | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Warren Buffett, yang dikenal sebagai salah satu investor paling sukses sepanjang masa, selama bertahun-tahun dikenal berhati-hati dalam berinvestasi di perusahaan teknologi. 

Namun, baik karena keputusan langsung darinya maupun pengaruh tim investasinya, portofolio Berkshire Hathaway kini berisi beberapa saham teknologi atau setidaknya perusahaan yang dekat dengan sektor teknologi.

Beberapa di antaranya kini menjadi pemain penting dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan berpotensi memberikan imbal hasil jangka panjang seiring semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut. 

Melansir The Motley Fool, dari seluruh portofolio Berkshire, tiga saham yang menonjol sebagai kandidat kuat di sektor AI adalah Apple, Amazon, dan Alphabet.

1. Apple — 22,69% dari portofolio

Meskipun Berkshire beberapa kali menjual sebagian saham Apple dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan pembuat iPhone ini tetap menjadi posisi terbesar di portofolio Buffett. Walaupun Apple dianggap agak tertinggal dibanding kompetitor teknologi besar lain di bidang AI, kemajuan perusahaan ini stabil dan konsisten.

Apple menambahkan lebih banyak fitur berbasis AI di seri iPhone terbaru, iPhone 17, yang saat ini mencatat permintaan tinggi. Manajemen Apple menilai fitur AI menjadi salah satu faktor pendorong penjualan tersebut.

Produksi iPhone 17 dan 16 bahkan terkendala suplai karena tingginya permintaan. Dalam dua tahun ke depan, Apple diperkirakan akan mendapatkan dorongan pertumbuhan dari siklus pembaruan perangkat.

Baca Juga: Saat Warren Buffett Mundur, Dunia Keuangan Menahan Nafas

Apple juga memperbesar investasi di bidang AI dan masih berada di tahap awal strategi tersebut. Dengan basis pengguna aktif yang besar, Apple berpotensi memperkuat ekosistemnya melalui integrasi fitur AI di seluruh perangkat.

Selain penjualan perangkat keras, segmen layanan Apple, yang memiliki margin tinggi, juga terus berkembang, dengan lebih dari 1 miliar langganan aktif. Kombinasi faktor ini menjadikan Apple salah satu saham AI yang menarik untuk jangka panjang.

2. Amazon — 0,82% dari portofolio

Amazon kini menjadi salah satu penyedia layanan AI terbesar melalui Amazon Web Services (AWS). Lewat AWS, perusahaan menyediakan layanan seperti SageMaker untuk membangun dan melatih model machine learning.

Produk AI yang paling menonjol dari Amazon adalah Bedrock, platform yang menyediakan akses ke berbagai model AI generatif, termasuk model terkemuka di pasar.

Amazon juga menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi internal. Ribuan robot di pusat logistiknya menggunakan AI untuk mengoptimalkan rute pengambilan barang, membantu mempercepat proses pengiriman.

Baca Juga: Profesor Ekonomi Terkemuka Ini Kritik Tajam Pandangan Warren Buffett soal Emas

AWS menunjukkan kinerja pertumbuhan yang kuat dalam beberapa kuartal terakhir, sementara penggunaan robot berbasis AI membantu menekan biaya dan meningkatkan margin di bisnis e-commerce.

Dengan posisi dominan di cloud dan e-commerce, serta penerapan AI yang luas, Amazon menjadi salah satu saham AI yang layak untuk disimpan jangka panjang.

3. Alphabet — 1,62% dari portofolio

Alphabet merupakan salah satu posisi terbaru di portofolio Berkshire Hathaway, pertama kali masuk pada kuartal ketiga. Meski sempat muncul kekhawatiran bahwa chatbot AI akan menggoyang dominasi mesin pencari Google, Alphabet berhasil beradaptasi melalui integrasi AI seperti AI Overviews dan AI Mode, yang kini menunjukkan kinerja positif.

Alphabet juga menyediakan berbagai layanan AI melalui Google Cloud, yang saat ini menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat.

Perusahaan baru-baru ini meluncurkan model AI terbaru, Gemini 3, yang disebut sebagai model terbaik mereka sejauh ini. Dengan inovasi yang terus berlanjut, ditambah segmen pendukung seperti YouTube dan layanan berlangganan Google, Alphabet memiliki banyak sumber pertumbuhan potensial.

Langkah Berkshire mengambil posisi saham ini menunjukkan keyakinan bahwa Alphabet merupakan kandidat kuat saham AI jangka panjang.

Tonton: Warren Buffett Resmi Mundur dari Kursi CEO, Kini Fokus di Filantropi

Kesimpulan

Artikel ini menyoroti perubahan arah investasi Berkshire Hathaway, di mana meskipun Warren Buffett dikenal skeptis terhadap saham teknologi, portofolionya kini memiliki eksposur besar terhadap tiga perusahaan yang dipandang sebagai pemain penting dalam era AI: Apple, Amazon, dan Alphabet.

Ketiganya memiliki strategi AI berbeda — Apple fokus pada perangkat dan ekosistem, Amazon pada layanan cloud dan otomatisasi, dan Alphabet pada inovasi software dan model AI — namun semuanya berada pada jalur pertumbuhan jangka panjang yang ditopang permintaan kuat terhadap teknologi AI di masa depan.

Selanjutnya: Robert Kiyosaki: Jutaan Orang Akan Kehilangan Semuanya, Tapi Krisis Bisa Bikin Kaya


Tag


TERBARU

[X]
×