kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.956   45,00   0,25%
  • IDX 6.309   -25,18   -0,40%
  • KOMPAS100 828   -7,35   -0,88%
  • LQ45 626   -6,28   -0,99%
  • ISSI 218   0,50   0,23%
  • IDX30 352   -4,08   -1,15%
  • IDXHIDIV20 435   -6,51   -1,48%
  • IDX80 95   -0,67   -0,70%
  • IDXV30 118   -0,41   -0,35%
  • IDXQ30 113   -1,62   -1,42%

Bursa Australia Ditutup Naik, Pasar Makin Yakin RBA Akan Kembali Naikkan Suku Bunga


Kamis, 23 Juli 2026 / 14:39 WIB
Bursa Australia Ditutup Naik, Pasar Makin Yakin RBA Akan Kembali Naikkan Suku Bunga
ILUSTRASI. Bursa Asia - Australia (Steven Saphore/AAP Image via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026), didorong kenaikan saham sektor pertambangan dan keuangan.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral Australia akan kembali menaikkan suku bunga.

Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 ditutup naik 0,2% ke level 8.839 poin, setelah sempat menguat hingga 1,2% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Meluas, Satu Orang Tewas di Krimea

Data Juni menunjukkan jumlah lapangan kerja di Australia mencatat kenaikan terbesar dalam 14 bulan. Kondisi tersebut mendorong pasar meningkatkan peluang kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada Agustus menjadi 35%, naik dari 23% sebelum data diumumkan.

Sepanjang tahun ini, RBA telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali menjadi 4,35%, seiring inflasi yang masih bertahan di atas target bank sentral sebesar 2%-3%.

Tekanan inflasi juga diperburuk oleh konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan komoditas.

Namun, Kai Chen, Direktur MPC Markets, menilai rincian laporan ketenagakerjaan tidak sepenuhnya menunjukkan penguatan yang solid.

"Komposisi laporan ketenagakerjaan tidak sekuat yang ditunjukkan angka utamanya. Sebagian besar kenaikan berasal dari pekerjaan paruh waktu, tingkat setengah menganggur (underemployment) meningkat, dan jam kerja hanya naik tipis," ujarnya.

Menurut Chen, pelaku pasar kini akan lebih mencermati data inflasi kuartalan yang dijadwalkan dirilis pada Rabu pekan depan untuk menentukan waktu kenaikan suku bunga RBA berikutnya.

Baca Juga: China Memulai Latihan Tembak Langsung di Selat Taiwan

Saham bank dan tambang memimpin penguatan

Sektor keuangan naik 0,3%, dengan empat bank terbesar Australia menguat antara 0,4% hingga 1,4%.

Di sisi lain, saham Macquarie Group turun 0,5% setelah perusahaan mengumumkan bahwa Chief Executive Officer (CEO) Shemara Wikramanayake akan pensiun setelah delapan tahun memimpin perusahaan. Posisinya akan digantikan oleh eksekutif senior Greg Ward.

Meski demikian, Macquarie juga melaporkan laba kuartal pertama yang lebih tinggi.

Sektor properti naik 0,5%, dipimpin oleh kenaikan saham Goodman Group sebesar 1,5%.

Baca Juga: Elon Musk Buka Suara soal Peluang Merger Tesla dan SpaceX

Saham energi menguat 1% mengikuti lonjakan harga minyak dunia setelah kelompok Houthi di Yaman menyerang kapal tanker minyak di Laut Merah.

Sementara itu, sektor pertambangan naik 1,3% didukung kenaikan harga bijih besi. Saham BHP Group menguat 1,5%, sedangkan Rio Tinto naik 0,5%.

Berbeda dengan Australia, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru ditutup turun 0,2% ke level 13.795,31 poin.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×