kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.883   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

China Batasi Ekspor ke 20 Entitas Jepang, Singgung Ambisi Remiliterisasi Tokyo


Senin, 29 Juni 2026 / 11:09 WIB
China Batasi Ekspor ke 20 Entitas Jepang, Singgung Ambisi Remiliterisasi Tokyo
ILUSTRASI. Bendera China dan Jepang (Dado Ruvic/Illustration/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah China resmi memasukkan 20 entitas asal Jepang ke dalam daftar pengawasan ekspor untuk barang-barang kegunaan ganda (dual-use items) pada hari Senin (29/6/2026) ini.

Langkah ini melarang perusahaan-perusahaan China untuk melakukan penjualan kepada entitas tersebut tanpa adanya persetujuan prioritas dari Beijing, dengan alasan adanya ambisi "remiliterisasi" dari pihak Tokyo.

Baca Juga: Jalur Inggris ke Final Piala Dunia 2026: Berpotensi Hadapi Brasil dan Argentina

Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan resmi menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah terbaru dari rangkaian pembatasan ekspor yang ditargetkan kepada Jepang. Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi "militerisme jenis baru" serta ambisi nuklir yang dituduhkan kepada Jepang.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan Jepang belum memberikan tanggapan instan atas permintaan komentar.

Hubungan bilateral antara Beijing dan Tokyo terus meregang sejak akhir tahun lalu. Ketegangan dipicu oleh pernyataan sensitif terkait Taiwan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, serta keputusan Tokyo untuk mengerek anggaran pertahanan mereka.

Hal tersebut mendorong China untuk mulai menerapkan kontrol ekspor pada barang-barang kegunaan ganda sejak Januari lalu.

"Tindakan hukum China dalam menetapkan daftar ini hanya menargetkan sejumlah kecil entitas Jepang, dan langkah-langkah relevan tersebut hanya berlaku untuk barang kegunaan ganda. Ini tidak memengaruhi pertukaran ekonomi dan perdagangan normal antara China dan Jepang," tegas Kementerian Perdagangan China, seraya meyakinkan bahwa perusahaan Jepang yang taat hukum dan beroperasi "dengan iktikad baik" tidak perlu khawatir.

Baca Juga: Ringgit Pimpin Reli Mata Uang Asia Senin (29/6), Rupiah Berhasil Menanjak

Daftar Perusahaan yang Terdampak

Berdasarkan pengumuman kementerian, 20 entitas yang masuk ke dalam daftar hitam tersebut mencakup lembaga wadah pemikir Institute for Defence Studies milik Jepang, serta sejumlah anak perusahaan dari konglomerat manufaktur dan teknologi raksasa seperti Mitsubishi, Komatsu, dan Fujitsu.

Sebagai informasi, barang kegunaan ganda (dual-use items) merupakan produk, perangkat lunak (software), atau teknologi yang selain untuk kebutuhan sipil, juga memiliki potensi aplikasi militer atau pengembangan senjata.

Dengan berlakunya aturan ini, eksportir China dilarang keras menjual produk kepada entitas-entitas tersebut.

Selain itu, organisasi maupun individu asing juga dilarang mentransfer atau memasok barang kegunaan ganda yang berasal dari China kepada 20 perusahaan tersebut, efektif sesegera mungkin.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berbalik Naik Senin (29/6), Ada Ancaman Baru dari Konflik AS-Iran

Penerapan Daftar Pantau (Watchlist) Tambahan

Di samping daftar hitam utama, Kementerian Perdagangan China juga menempatkan 20 entitas Jepang lainnya ke dalam daftar pantau (watchlist).

Langkah ini diambil karena Beijing tidak dapat memverifikasi pengguna akhir (end users) atau penggunaan final dari barang kegunaan ganda yang diekspor kepada mereka.

Masuknya perusahaan ke dalam watchlist ini akan menghambat aktivitas perdagangan. Eksportir China yang tetap ingin mengajukan izin perdagangan dengan entitas dalam daftar pantau diwajibkan untuk menyertakan laporan penilaian risiko, serta komitmen tertulis bahwa barang tersebut tidak akan digunakan untuk tujuan apa pun yang dapat meningkatkan kekuatan militer Jepang.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×