kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Dolar Berotot, Bersiap Catat Kenaikan Mingguan di Tengah Memanasnya Konflik Iran-AS


Kamis, 23 April 2026 / 21:36 WIB
Dolar Berotot, Bersiap Catat Kenaikan Mingguan di Tengah Memanasnya Konflik Iran-AS
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat dan berada di jalur kenaikan mingguan pada Kamis (23/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS yang memudarkan harapan tercapainya gencatan senjata permanen.

Melansir Reuters, ketidakpastian geopolitik kembali memanas setelah Teheran menunjukkan kontrol ketat atas Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.

Baca Juga: Saham Lululemon Anjlok 12%, Penunjukan CEO Eks Nike Tak Yakinkan Investor

Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur tersebut sebelum blokade maritim AS dicabut.

Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut sebelumnya menguat pada Maret saat konflik meningkat, sempat melemah di awal April karena optimisme perdamaian, dan kini kembali mendapat dorongan seiring meredupnya peluang kesepakatan damai.

“Pasar masih belum yakin apakah gencatan senjata akan bertahan atau justru runtuh. Ketidakpastian ini membuat pergerakan cenderung terbatas,” ujar Steve Englander dari Standard Chartered.

Baca Juga: Freeport-McMoRan Cetak Laba Lebih Tinggi dari Estimasi Berkat Lonjakan Harga Tembaga

Tekanan pada Mata Uang Utama

Indeks dolar, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, naik tipis ke level 98,69 dan menuju kenaikan mingguan sekitar 0,5%.

Euro melemah ke US$1,1694 dan berpotensi mencatat penurunan mingguan pertama dalam empat pekan. Sementara pound sterling turun tipis ke US$1,3498.

Di Asia, yen Jepang melemah ke kisaran 159,5 per dolar, mendekati level psikologis 160 yang sering dipandang sebagai batas potensi intervensi otoritas Jepang.

Bank of Japan diperkirakan menahan suku bunga dalam waktu dekat, meski membuka peluang kenaikan pada Juni.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Bank Sentral Filipina Kerek Naik Suku Bunga Jadi 4,5%

Faktor Suku Bunga dan Ekonomi AS

Selain faktor geopolitik, ketahanan ekonomi AS turut menopang dolar. Data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Pelaku pasar kini hanya memperkirakan peluang sekitar 29% untuk pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, seiring meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi.

Sementara itu, European Central Bank diperkirakan menahan suku bunga pada akhir April sebelum kemungkinan menaikkannya pada Juni guna meredam dampak inflasi energi di kawasan euro.

Baca Juga: IPO Raksasa Teknologi: SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Siap Uji Selera Investor

Kripto Melemah

Di pasar kripto, Bitcoin turun sekitar 1,1% ke level US$77.587, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, pasar keuangan global masih dibayangi risiko konflik yang berlarut-larut. Selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda, dolar diperkirakan tetap menjadi aset pilihan utama investor.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×