kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.450
  • EMAS665.000 -0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ekspor China melorot, risiko ekonomi global meningkat

Senin, 14 Januari 2019 / 12:31 WIB

Ekspor China melorot, risiko ekonomi global meningkat
ILUSTRASI. Perekonomian - ekspor impor China

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ekspor China pada Desember 2018 mencatatkan penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir. Kinerja impor China juga terkontraksi. Hal ini menandakan berlanjutnya pelemahan ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini pada 2019 dan memburuknya permintaan global.

Selain itu, mengutip Reuters, data perdagangan China dengan Amerika Serikat yang dirilis pada Senin ini mencatatkan surplus terbesar pada tahun 2018 yang dapat mendorong Presiden Donald Trump untuk meningkatkan sengketa perang dagang. Hal ini tentu bakal kekhawatiran para pembuat kebijakan.  


Baca Juga

Melemahnya permintaan di China sejatinya sudah dirasakan di seluruh dunia. Ini terlihat dari melambatnya penjualan barang mulai dari iPhone hingga mobil yang memicu penurunan keuntungan perusahaan seperti Apple dan Jaguar Land Rover.

Secara tidak terduga, ekspor China pada Desember 2018 turun 4,4% dari tahun 2017, lantaran permintaan di sebagian besar pasar utama melemah. Impor juga melorot 7,6%, yang merupakan penurunan terbesar sejak Juli 2016.

"Penurunan pertumbuhan ekspor lebih dari yang diekspektasikan karena pertumbuhan global melemah dan hambatan tarif AS semakin itensif. Impor juga turun tajam menghadapi lesunya permintaan domestik," ujar ekonom seperti dikutip Reuters Senin (14/1).

"Sementara itu, dengan adanya pelonggaran kebijakan tidak memungkinkan adanya pergerakan kegiatan domestik hingga paruh kedua tahun ini. Sehingga, impor kemungkinan akan tetap lemah," imbuhnya.

Rilis data perdagangan pada Desember yang melemah menunjukkan ekonomi China telah kehilangan momentum lebih banyak di akhir tahun ketimbang yang diperkirakan sebelumnya, meskia ada banyak upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari belanja infrastruktur yang lebih tinggi hingga pemotongan pajak.

Beberapa analis berspekulasi bahwa China kemungkinan harus mempercepat dan mengintensifkan pelonggaran kebijakan dan langkah-langkah stimulusnya pada tahun ini pasca kegiatan industri menurun pada Desember lalu.


Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0819 || diagnostic_web = 0.3282

Close [X]
×