kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Ekspor China melorot, risiko ekonomi global meningkat


Senin, 14 Januari 2019 / 12:31 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ekspor China pada Desember 2018 mencatatkan penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir. Kinerja impor China juga terkontraksi. Hal ini menandakan berlanjutnya pelemahan ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini pada 2019 dan memburuknya permintaan global.

Selain itu, mengutip Reuters, data perdagangan China dengan Amerika Serikat yang dirilis pada Senin ini mencatatkan surplus terbesar pada tahun 2018 yang dapat mendorong Presiden Donald Trump untuk meningkatkan sengketa perang dagang. Hal ini tentu bakal kekhawatiran para pembuat kebijakan.  

Melemahnya permintaan di China sejatinya sudah dirasakan di seluruh dunia. Ini terlihat dari melambatnya penjualan barang mulai dari iPhone hingga mobil yang memicu penurunan keuntungan perusahaan seperti Apple dan Jaguar Land Rover.

Secara tidak terduga, ekspor China pada Desember 2018 turun 4,4% dari tahun 2017, lantaran permintaan di sebagian besar pasar utama melemah. Impor juga melorot 7,6%, yang merupakan penurunan terbesar sejak Juli 2016.

"Penurunan pertumbuhan ekspor lebih dari yang diekspektasikan karena pertumbuhan global melemah dan hambatan tarif AS semakin itensif. Impor juga turun tajam menghadapi lesunya permintaan domestik," ujar ekonom seperti dikutip Reuters Senin (14/1).

"Sementara itu, dengan adanya pelonggaran kebijakan tidak memungkinkan adanya pergerakan kegiatan domestik hingga paruh kedua tahun ini. Sehingga, impor kemungkinan akan tetap lemah," imbuhnya.

Rilis data perdagangan pada Desember yang melemah menunjukkan ekonomi China telah kehilangan momentum lebih banyak di akhir tahun ketimbang yang diperkirakan sebelumnya, meskia ada banyak upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari belanja infrastruktur yang lebih tinggi hingga pemotongan pajak.

Beberapa analis berspekulasi bahwa China kemungkinan harus mempercepat dan mengintensifkan pelonggaran kebijakan dan langkah-langkah stimulusnya pada tahun ini pasca kegiatan industri menurun pada Desember lalu.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×