kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Emas di Mata Warren Buffett Bukan Aset yang Berharga, Mengapa Begitu?


Kamis, 20 Juli 2023 / 07:36 WIB
Emas di Mata Warren Buffett Bukan Aset yang Berharga, Mengapa Begitu?


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dia juga bilang, masalah terbesarnya dengan emas adalah bahwa logam mulia ini tidak dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai. Nilainya naik dan turun berdasarkan pada apa yang orang lain bersedia bayar untuk itu, bukan berdasarkan kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya.

"Produktivitas membangun kekayaan, bukan emas," kata Buffett mengakhiri kecamannya pada emas dalam surat itu dan membandingkannya dengan aset produktif yang dia sukai.

Baca Juga: Bisnis Warren Buffett tak kebal virus corona, ini buktinya

Namun, investor masih memilih emas daripada aset produktif ini sepanjang waktu. Aset yang akan menghasilkan jagung dan kapas dan minyak dan gas lebih lama dari masa hidup kita. Sedangkan emas tidak akan bergeming dan tetap tidak mampu menghasilkan apa-apa. Singkatnya, Warren Buffett berkata, "Anda bisa membelai kubus, tetapi kubus tidak akan merespons."

Ada lagi alasan bagus mengapa Warren Buffett membenci emas. Orang yang membeli emas mengharapkan orang yang lebih bodoh untuk membelinya dari mereka dengan harga yang lebih tinggi di masa mendatang. "Tapi itu bukan investasi, itu perjudian," jelasnya seperti yang dikutip dari The Motley Fool.

Baca Juga: Warren Buffett buyback saham Berkshire Hathaway senilai Rp 75,03 Triliun

Sebaliknya, Warren Buffett berusaha mengelilingi dirinya dengan aset yang terus-menerus menghasilkan nilai. Pendapatan yang mengalir melalui bisnis diinvestasikan kembali pada lini bisnis baru yang menghasilkan lebih banyak pendapatan. Ini adalah siklus yang tidak pernah berakhir di mana kekayaan baru diciptakan setiap tahun.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×