kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.947   61,87   0,70%
  • KOMPAS100 1.239   12,71   1,04%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 327   3,06   0,94%
  • IDX30 447   6,55   1,49%
  • IDXHIDIV20 529   8,69   1,67%
  • IDX80 138   1,55   1,14%
  • IDXV30 147   2,85   1,97%
  • IDXQ30 144   1,94   1,37%

Geger! Jerome Powell Diteror: Ancaman Dakwaan Pidana The Fed Dibongkar


Selasa, 13 Januari 2026 / 07:18 WIB
Geger! Jerome Powell Diteror: Ancaman Dakwaan Pidana The Fed Dibongkar
ILUSTRASI. Jerome Powell buka suara setelah disubpoena DoJ terkait kesaksian renovasi gedung. Dia yakin ini ancaman Trump demi suku bunga rendah. (KONTAN/The Fed)


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Jaksa federal Amerika Serikat membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Hal itu diungkapkan langsung oleh Powell pada Minggu.

Melansir BBC, dalam langkah yang sangat jarang terjadi, Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS (DoJ) telah mengirimkan surat panggilan (subpoena) kepada The Fed dan bahkan mengancam dakwaan pidana. Ancaman tersebut berkaitan dengan kesaksiannya di hadapan komite Senat mengenai proyek renovasi gedung-gedung Federal Reserve.

Powell menyebut penyelidikan ini sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya”. Ia meyakini langkah tersebut dipicu oleh kemarahan Donald Trump atas sikap The Fed yang menolak menurunkan suku bunga, meskipun presiden berkali-kali memberikan tekanan secara terbuka.

Trump sendiri mengatakan tidak “mengetahui apa pun” soal penyelidikan tersebut. Pihak DoJ juga telah dimintai komentar.

Selama ini, konflik panjang antara Trump dan Powell cenderung bersifat satu arah, dengan Trump kerap menyebut Powell sebagai “Mr Too Late” dan “orang bodoh”.

Pernyataan Powell pada Minggu menjadi kali pertama ia secara terbuka dan tegas melawan Trump, sembari memperingatkan bahwa independensi bank sentral AS kini berada dalam ancaman.

Baca Juga: Nestlé Tarik Produk Bayi di Negara Lain, Cek Stok Anda di Malaysia

“Ini soal apakah The Fed masih bisa menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau justru kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi,” ujar Powell.

“Saya sangat menghormati supremasi hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi kita. Tidak ada seorang pun, termasuk Ketua Federal Reserve, yang kebal hukum. Namun, langkah yang belum pernah terjadi ini harus dilihat dalam konteks ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan,” lanjutnya.

Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu, Trump kembali menegaskan bahwa ia tidak tahu-menahu soal penyelidikan DoJ terhadap The Fed.

“Saya tidak tahu apa-apa soal itu, tapi dia jelas tidak terlalu bagus memimpin The Fed, dan juga tidak terlalu bagus membangun gedung,” kata Trump tentang Powell.

Sangat mengkhawatirkan

Mantan Ketua The Fed Janet Yellen, yang sempat menjabat selama setahun di awal masa kepresidenan Trump sebelum digantikan oleh Powell, menyebut penyelidikan tersebut sebagai sesuatu yang “sangat mengkhawatirkan” dan memperingatkan bahwa pasar keuangan seharusnya waspada.

“Mengenal Powell sebaik yang saya tahu, kemungkinan dia berbohong itu nol. Saya percaya mereka mengejarnya karena ingin kursinya dan ingin menyingkirkannya,” kata Yellen kepada CNBC.

“Anda punya presiden yang ingin The Fed memangkas suku bunga agar beban bunga utang pemerintah turun… Ini jalan menuju negara ala republik pisang,” tambahnya.

Tonton: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang

Menurut Yellen, penyelidikan ini “menunjukkan sejauh apa presiden bersedia melangkah demi mendapatkan keinginannya”.

The Fed saat ini tengah menjalankan renovasi besar pertama terhadap dua gedungnya, Gedung Eccles dan gedung di 1951 Constitution Avenue, sejak keduanya dibangun pada era 1930-an.

Proyek “perombakan dan modernisasi” tersebut mencakup pekerjaan keselamatan dan kesehatan, termasuk penghilangan asbes dan kontaminasi timbal.

The Fed menyatakan renovasi ini justru akan menekan biaya dalam jangka panjang. Namun Trump mengkritik melonjaknya anggaran proyek tersebut, yang menurutnya bisa mencapai US$ 3,1 miliar, jauh di atas perkiraan The Fed sebesar US$ 2,5 miliar.

Powell menjadi tokoh terbaru yang bentrok dengan Trump sebelum akhirnya menghadapi penyelidikan pidana oleh Departemen Kehakiman AS.

Tonton: Perjalanan Karier Hasan Aula: Dari Pekerja Pabrik Hingga Jadi Wadirut Erajaya

Ironisnya, Powell sendiri dinominasikan Trump sebagai Ketua The Fed pada 2017, saat Trump menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden.

Powell dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya pada Mei, dan Trump diperkirakan akan menunjuk pengganti sebelum akhir bulan ini.

Namun, penyelidikan DoJ berpotensi menghambat proses tersebut.

Selanjutnya: Pemangkasan RKAB Nikel Harus Cermat

Menarik Dibaca: Biaya Spotify Premium Mahal? Cek Langkah Resmi Pembatalan Akun




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×