kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.743   36,00   0,22%
  • IDX 8.707   59,89   0,69%
  • KOMPAS100 1.200   6,00   0,50%
  • LQ45 848   1,12   0,13%
  • ISSI 313   4,44   1,44%
  • IDX30 437   -0,61   -0,14%
  • IDXHIDIV20 509   -1,26   -0,25%
  • IDX80 133   0,68   0,51%
  • IDXV30 139   0,24   0,17%
  • IDXQ30 140   -0,25   -0,18%

Harga Beras India Naik ke Level Tertinggi Tiga Bulan, Permintaan Global Masih Lesu


Jumat, 02 Januari 2026 / 09:31 WIB
Harga Beras India Naik ke Level Tertinggi Tiga Bulan, Permintaan Global Masih Lesu
ILUSTRASI. Harga Beras Masih di Atas Harga Eceran Tertinggi (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga ekspor beras India naik mendekati level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, seiring meningkatnya harga gabah di pasar domestik.

Namun, kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan global masih membayangi pasar beras di Thailand dan Vietnam.

Harga beras parboiled India dengan kadar pecah 5% pada pekan ini dipatok di kisaran US$ 355–US$ 360 per ton, tertinggi sejak 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Harga Tembaga Awali 2026 Menguat, Lanjutkan Reli Rekor 2025

Sebagai perbandingan, pada pekan sebelumnya harga berada di rentang US$ 350–US$ 357 per ton.

Direktur Sponge Enterprises, Umesh Jain, mengatakan pembeli dari Afrika belum aktif di pasar dan cenderung menunda pembelian dengan harapan harga akan turun.

“Pembeli dari Afrika belum banyak masuk ke pasar dan memilih menunggu karena berharap harga bisa lebih rendah,” ujarnya dilansir dari Reuters Jumat (2/1/2026).

Sementara itu, harga beras Thailand dengan kadar pecah 5% tercatat stabil di US$ 410 per ton, tidak berubah dibandingkan pekan lalu.

Dari sisi permintaan, para pedagang menyebut aktivitas pembelian melambat sejak pekan Natal, meski masih terdapat pengiriman yang berlangsung selama periode tersebut.

“Sepanjang tahun ini, eksportir dan pedagang menghadapi kondisi yang cukup berat karena harga terus mengalami penurunan,” kata seorang pedagang berbasis di Bangkok.

Baca Juga: Bursa Saham Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi di Awal Perdagangan 2026

Dari sisi pasokan, kondisi relatif tidak berubah. Pasar memperkirakan akan ada tambahan pasokan dari musim panen yang dimulai awal tahun depan.

Adapun di Vietnam, harga beras pecah 5% ditawarkan di kisaran US$ 360–US$ 365 per ton, juga stagnan dibandingkan sepekan sebelumnya.

Seorang pedagang di Ho Chi Minh City menyebut aktivitas perdagangan masih lesu seiring berakhirnya panen kecil di Delta Mekong, sementara permintaan dari luar negeri tetap lemah.

“Perdagangan masih sepi karena panen kecil di Delta Mekong sudah selesai dan permintaan ekspor belum pulih,” ujarnya.

Para pelaku pasar juga mengkhawatirkan prospek ekspor beras Vietnam pada tahun depan.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Jumat (2/1), Usai Catat Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

Filipina diperkirakan kembali membatasi impor beras, sementara Indonesia kini tidak lagi menjadi pembeli utama. Di sisi lain, pasokan dari India diperkirakan tetap melimpah.

Di kawasan Asia Selatan, Bangladesh telah menyetujui pembelian 50.000 ton beras dari perusahaan dagang India, Bagadiya Brothers, dengan harga US$ 359,77 per ton, yang merupakan penawaran terendah dalam tender internasional pada 22 Desember 2025.

Meski impor meningkat dan bea masuk telah dipangkas, harga beras di Bangladesh masih tercatat naik 15%–20% sepanjang satu tahun terakhir dan tetap berada di level tinggi.

Selanjutnya: Dorong Penggunaan Indonia, BI Resmi Hentikan Publikasi Jibor Mulai 1 Januari 2026

Menarik Dibaca: Perdagangan Awal Tahun, IHSG Menanjak 0,3% (2/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×