CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Harga Diesel Melonjak 24,1%, Inflasi Produsen Amerika Serikat Naik 0,4% di Agustus


Kamis, 10 September 2026 / 19:56 WIB
Harga Diesel Melonjak 24,1%, Inflasi Produsen Amerika Serikat Naik 0,4% di Agustus
ILUSTRASI. Rilis Bureau of Labor Statistics AS menyebut, PPI untuk permintaan akhir di Agustus naik 0,4% secara bulanan (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Tekanan harga di tingkat produsen Amerika Serikat kembali meningkat pada Agustus 2026. Ini terlihat dari Indeks Harga Produsen alias Producer Price Index (PPI) yang dipublikasikan Bureau of Labor Statistics (BLS) Amerika Serikat (AS), Kamis (10/9/2026).

Rilis BLS AS menyebut, PPI untuk permintaan akhir di Agustus naik 0,4% secara bulanan setelah meningkat 0,1% pada Juli dan turun 0,1% pada Juni. Kenaikan tersebut sesuai dengan konsensus proyeksi ekonom.

Secara tahunan, PPI permintaan akhir naik 5,4% pada Agustus. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh harga barang dan energi.

BLS mencatat harga barang untuk permintaan akhir meningkat 1,1% pada Agustus. Sedangkan harga jasa untuk permintaan akhir hanya naik 0,1%. Dari kenaikan harga barang tersebut, lebih dari tiga perempatnya berasal dari kenaikan harga energi yang mencapai 4,2%.

Salah satu kenaikan paling mencolok terjadi pada harga diesel yang melonjak 24,1% dalam sebulan. BLS menyebut, lebih dari sepertiga kenaikan indeks harga barang untuk permintaan akhir pada Agustus dapat ditelusuri dari kenaikan harga diesel tersebut.

Baca Juga: Bank Sentral Eropa Menaikkan Suku Bunga 25 Basis Poin, Proyeksi Inflasi Ikut Naik

Selain diesel, harga bensin, bahan bakar pesawat, minyak pemanas rumah, permen dan kacang-kacangan, serta produk tembakau juga meningkat. Sebaliknya, harga listrik untuk perumahan turun 0,5%.

Tekanan harga juga terlihat pada rantai produksi. Harga barang olahan untuk permintaan antara meningkat 1,8% pada Agustus, setelah turun 0,4% pada Juli. Lebih dari 80% kenaikan tersebut berasal dari harga barang energi olahan yang naik 7,3%.

Secara tahunan, harga barang olahan untuk permintaan antara naik 11,5%. Hampir dua pertiga kenaikan bulanan pada Agustus juga dapat ditelusuri dari lonjakan harga diesel sebesar 24,1%.

Sementara itu, harga barang yang belum diolah untuk permintaan antara naik 1,1% pada Agustus. Secara tahunan, indeks tersebut meningkat 12,8%. Harga jasa untuk permintaan antara juga naik 0,3% secara bulanan dan 5,1% secara tahunan.

Jika pangan, energi, dan jasa perdagangan dikeluarkan, indeks harga permintaan akhir meningkat 0,3% pada Agustus. Dalam 12 bulan hingga Agustus, indeks tersebut naik 4,7%.

Baca Juga: AS Masih Ragu Terapkan Tarif Tembaga, Khawatir Picu Kenaikan Biaya Industri

Kenaikan harga energi juga terlihat pada jasa transportasi dan pergudangan untuk permintaan akhir yang naik 2,3% pada Agustus. Di dalamnya, harga jasa angkutan truk untuk pengiriman barang meningkat 2,0%.

Sekadar informasi, PPI merupakan salah satu indeks yang menjadi acuan bagi The Federal Reserve dalam menentukan kebijakan moneter, termasuk soal penetapan suku bunga.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×