Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah lebih dari 1% pada awal perdagangan Senin (20/4/2026) seiring penguatan Dolar AS. Sementara ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat.
Melansir Reuters, harga emas spot tercatat turun 1,4% ke level US$ 4.762,09 per ons troi, setelah sempat menyentuh posisi terendah sejak 13 April.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 2% ke US$ 4.781,90 per ons troi.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Senin (10/4) Pagi, Penutupan Hormuz Picu Aksi Safe Haven
Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Di sisi lain, harga minyak melonjak dan pasar saham bergejolak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang membatasi aktivitas pelayaran di kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz.
Eskalasi terbaru dipicu oleh penyitaan kapal kargo Iran oleh militer AS, yang kemudian dibalas ancaman retaliasi dari Teheran. Situasi ini meningkatkan risiko gagalnya gencatan senjata yang masih rapuh.
Iran juga menegaskan tidak akan mengikuti putaran kedua perundingan damai yang sebelumnya diharapkan berlangsung sebelum masa gencatan senjata berakhir.
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan, konflik ini berpotensi mendorong inflasi dalam jangka pendek.
Namun, jika konflik mereda dengan cepat, peluang penurunan suku bunga masih terbuka tahun ini.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Sita Kapal Kargo Iran, Teheran Ancam Balasan
Dari sisi permintaan fisik, pembelian emas di India salah satu pasar terbesar terlihat lesu selama musim festival akibat harga yang mencapai rekor tinggi, meski permintaan investasi menunjukkan sedikit peningkatan.
Sementara itu, kepemilikan emas oleh SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, naik tipis 0,1% menjadi 959,69 metrik ton.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 1,7% ke US$ 79,42 per ons troi, platinum melemah 0,8% ke US$ 2.086, dan paladium turun 0,8% ke US$ 1.547,10 per ons troi.











