Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
IMF juga menyoroti kecenderungan pemerintah negara maju membiayai kembali utang dengan tenor lebih pendek.
Strategi ini membuat kenaikan suku bunga pasar lebih cepat tercermin dalam biaya utang pemerintah ketika surat utang jatuh tempo dan harus diterbitkan kembali.
Untuk kelompok G7 dan Spanyol, porsi utang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun kini mendekati 30%.
Baca Juga: Inflasi Produsen China Melampaui Ekspektasi, CPI Masih Tertahan
Ruang fiskal semakin terbatas
Tekanan fiskal berpotensi meningkat karena inflasi yang masih di atas target dan harga energi yang lebih tinggi dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kondisi tersebut terjadi ketika kebutuhan belanja pemerintah juga meningkat, terutama untuk pertahanan, keamanan energi, serta pembiayaan populasi yang menua.
IMF turut memperingatkan bahwa di sejumlah negara, suku bunga utang kini melampaui tingkat pertumbuhan nominal ekonomi yang diperkirakan. Situasi ini dapat mempersulit upaya menstabilkan rasio utang terhadap PDB.
Valdes menegaskan, pemerintah perlu segera memulai konsolidasi fiskal untuk menghindari tekanan yang lebih besar pada masa mendatang.
“Sekaranglah waktunya,” ujar Valdes, seraya menekankan bahwa negara-negara perlu mulai memperbaiki kondisi fiskalnya.
Ia menggambarkan tekanan dinamika utang sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari apabila pemerintah terus menunda penyesuaian.
Baca Juga: Saham Chip Asia Bangkit Rabu (14/10), Pasar Menanti Data CPI AS














