kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Inflasi AS Melandai pada Juni, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Terbuka


Selasa, 14 Juli 2026 / 20:47 WIB
Inflasi AS Melandai pada Juni, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Terbuka
ILUSTRASI. Forex - Dolar AS (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) melambat lebih besar dari perkiraan pada Juni 2026.

Meski demikian, perlambatan tersebut diperkirakan belum cukup untuk meredakan kekhawatiran rumah tangga maupun menghapus peluang kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) tahun ini, seiring konflik di Timur Tengah yang kembali memanas.

Baca Juga: Warren Buffett Setop Donasi kepada Gates Foundation di Tengah Sorotan Kasus Epstein

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics/BLS) yang dirilis Selasa (14/7/2026), indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS naik 3,5% secara tahunan (year on year/YoY) pada Juni, lebih rendah dibandingkan kenaikan 4,2% pada Mei yang menjadi laju inflasi tahunan tertinggi sejak April 2023.

Secara bulanan (month to month/MTM), CPI turun 0,4% setelah pada Mei meningkat 0,5%.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan inflasi tahunan mencapai 3,8%, sementara secara bulanan diperkirakan turun 0,1%.

Perlambatan inflasi terutama dipicu oleh penurunan harga bensin dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menyusul gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang sempat berlaku pada bulan lalu.

Baca Juga: New York Larang Pembuatan Pusat Data Baru dan Terapkan Moratorium Selama Satu Tahun

Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Ketegangan kembali meningkat setelah sejumlah kapal tanker diserang di Selat Hormuz, yang memicu serangan militer antara AS dan Iran.

Akibatnya, harga bahan bakar kembali meningkat. Berdasarkan data asosiasi pengendara AAA, rata-rata harga bensin nasional di AS naik menjadi US$ 3,86 per galon pada Selasa (14/7), dari US$ 3,79 per galon sepekan sebelumnya.

Harga bensin diperkirakan masih berpotensi naik setelah harga minyak dunia menyentuh level tertinggi dalam empat pekan.

Kenaikan tersebut dipicu keputusan Presiden AS Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Sementara itu, inflasi inti (core CPI), yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi yang bergejolak, tercatat naik 2,6% secara tahunan pada Juni, melambat dari 2,9% pada Mei.

Secara bulanan, inflasi inti tidak berubah setelah pada Mei meningkat 0,2%.

Baca Juga: Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe di Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas

The Fed sendiri menjadikan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) sebagai acuan utama dalam mengukur inflasi dengan target sebesar 2%. Inflasi AS terakhir kali berada di bawah level tersebut pada awal 2021.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 Juni yang dipublikasikan pekan lalu menunjukkan para pembuat kebijakan semakin khawatir terhadap tekanan inflasi.

Pada pertemuan tersebut, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%.

Namun, proyeksi terbaru bank sentral menunjukkan semakin banyak pejabat yang mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026.

Sebelum data inflasi dirilis, pelaku pasar memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 September sebesar 51,9%, berdasarkan data CME FedWatch Tool.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×