CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Investor Pangkas Leverage, Bursa China Bergejolak


Senin, 20 Juli 2026 / 10:32 WIB
Investor Pangkas Leverage, Bursa China Bergejolak
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY (AFP/HECTOR RETAMAL)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham China mengalami tekanan hebat pada Jumat (18/7) setelah investor ramai-ramai mengurangi posisi investasi berbasis utang (leveraged positions). Aksi deleveraging ini menjadi yang tercepat sejak kejatuhan pasar pada 2015–2016, dipicu kekhawatiran bahwa reli saham bertema kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah melaju terlalu tinggi dan rentan mengalami koreksi.

Data Bloomberg (20/7), menunjukkan nilai pinjaman untuk pembelian saham (margin financing) di bursa Shanghai dan Shenzhen turun 2,8% menjadi 2,75 triliun yuan atau sekitar US$ 405 miliar pada Jumat. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak Januari 2016. Saldo pembiayaan margin selama ini menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat keberanian investor mengambil risiko.

Aksi pengurangan leverage tersebut berlangsung bersamaan dengan anjloknya indeks saham utama di China. Indeks Star 50 yang berisi saham-saham teknologi merosot lebih dari 7%, sedangkan CSI 300 melemah 3,6%. Selain aksi ambil untung, pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang penawaran saham perdana (IPO) raksasa oleh CXMT Corp.

Baca Juga: Kapitalisasi Bursa China Susut US$ 1,48 triliun, Regulator dan Pelaku Pasar Bergerak

Tekanan terbesar berasal dari saham-saham produsen cip memori yang sepanjang tahun ini menjadi salah satu sektor dengan kenaikan paling tinggi berkat optimisme terhadap perkembangan AI. Popularitas sektor tersebut juga membuat banyak investor menggunakan pembiayaan margin untuk memperbesar posisi investasinya.

Ketika harga saham sektor cip memori terkoreksi tajam, sebagian investor diduga terpaksa menjual aset lain guna memenuhi kewajiban margin call. Aksi jual paksa ini kemudian memperluas tekanan ke berbagai sektor sehingga memicu pelemahan pasar saham secara keseluruhan.

Meski demikian, sentimen pasar mulai membaik pada perdagangan Senin (21/7). Sejumlah dana investasi milik negara mengumumkan telah meningkatkan kepemilikan saham domestik, sementara regulator China berencana menggelar pertemuan dengan pelaku industri untuk membahas langkah menjaga stabilitas pasar. Dukungan tersebut mendorong bursa saham China kembali menguat setelah mengalami tekanan tajam pada akhir pekan lalu.

Baca Juga: IPO Chip China CXMT Tembus US$ 8,6 Miliar, Permintaan Investor Oversubscribe 570 Kali




TERBARU

[X]
×