kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Jika pasien corona melonjak sangat tinggi, ini yang Singapura lakukan


Jumat, 13 Maret 2020 / 06:00 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Lee mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah sebagai pandemi. "Diperkirakan akan berlanjut untuk beberapa waktu, satu tahun, dan mungkin lebih lama," katanya.

Meskipun Singapura telah mengambil langkah-langkah penangangan virus corona dengan "sangat serius" dan WHO memakainya sebagai contoh untuk negara lain tiru, Lee menyatakan, negeri Merlion menghadapi "situasi serius".

"Kami memperkirakan, lebih banyak kasus impor. Dan karena itu, kluster baru dan gelombang infeksi baru kali ini datang dari banyak negara, bukan lagi satu atau dua negara," ujar Lee.

Saat ini, Singapura memiliki 187 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi hingga Kamis (13/3), dengan 96 kasus di antaranya sudah pulih dan pulang dari rumahsakit.

Baca Juga: Pejabat Brasil yang baru bertemu Trump positif corona

Lee menambahkan, sejauh ini Singapura telah memberlakukan beberapa pembatasan perjalanan. Tetapi, "Singapura harus diperketat lebih lanjut untuk sementara, meski kami tidak bisa sepenuhnya menutup diri dari dunia," sebut dia.

Toh, Lee menekankan, situasi di Singapura "tetap terkendali". "Kami tidak mengunci kota kami seperti yang China, Korea Selatan, atau Italia lakukan," katanya.

"Yang kami lakukan sekarang adalah merencanakan ke depan untuk beberapa langkah yang lebih ketat, mencobanya, dan mempersiapkan warga Singapura ketika kami benar-benar perlu menerapkannya," imbuh dia.




TERBARU

[X]
×