Sumber: The Street | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Inti dari proyeksi JPMorgan sebenarnya bukan hanya Bitcoin, melainkan emas.
Baru-baru ini, JPMorgan menaikkan proyeksi jangka panjang harga emas ke kisaran US$ 8.000–US$ 8.500 per ons, dengan alasan permintaan struktural dan dinamika volatilitas.
Jika Bitcoin terus “menyatu” dengan emas dari sisi volatilitas, JPMorgan menilai potensi kenaikan jangka panjang Bitcoin menjadi semakin sulit diabaikan, meskipun jalannya akan penuh gejolak.
Timeline Proyeksi JPMorgan soal Bitcoin
Berikut bagaimana pandangan JPMorgan terhadap Bitcoin berubah dalam beberapa tahun terakhir:
- Januari 2024: Nilai wajar Bitcoin diperkirakan sekitar US$ 45.000, dengan peringatan bahwa euforia ETF bisa memudar.
- Juni 2024: Bitcoin masih dianggap aset berisiko tinggi, dengan pergerakan cenderung sideways.
- November 2024: JPMorgan mulai membandingkan Bitcoin dengan emas, membuka peluang harga di atas US$ 150.000 dalam beberapa tahun.
- Oktober 2025: Proyeksi naik ke kisaran US$ 165.000–US$ 170.000 dalam 6–12 bulan.
- November 2025: JPMorgan memperluas tesis jangka panjang dengan potensi US$ 240.000.
- Februari 2026: Target teoretis dinaikkan menjadi US$ 266.000, dinilai tidak realistis dalam waktu dekat, tetapi mungkin tercapai dalam jangka panjang.
Tonton: Bank Sentral China Borong Emas 15 Bulan Berturut-turut, LM Antam Ikut Melonjak
Selanjutnya: KPR Subsidi BRI Tumbuh, 97% Lewat FLPP
Menarik Dibaca: 7 Manfaat Sukun yang Tersembunyi untuk Pencernaan hingga Kekebalan Tubuh
Tag













