kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kapal AS dan Inggris Mulai Jadi Sasaran Militan Houthi


Minggu, 25 Februari 2024 / 18:00 WIB
Kapal AS dan Inggris Mulai Jadi Sasaran Militan Houthi
ILUSTRASI. Helikopter militer Houthi melayang di atas kapal kargo Galaxy Leader saat pejuang Houthi berjalan di dek kapal di Laut Merah dalam foto ini yang dirilis 20 November 2023. Media Militer Houthi melalui REUTERS


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Militan Houthi kini mulai mengawasi pergerakan kapal-kapal Amerika Serikat dan Inggris di sekitar Laut Merah. 

Houthi telah menyampaikan larangan tersebut kepada industri pelayaran pada hari Kamis (22/2). Wilayah perairan yang diawasi Houthi adalah Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab.

Melansir Al Jazeera, aturan itu akan diterapkan pada kapal-kapal yang seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh individu atau entitas Israel, AS, dan Inggris. Semua kapal yang berlayar di bawah bendera ketiga negara itu juga akan menjadi target hukuman.

Baca Juga: Iran Dikabarkan Menyuplai Rudal Balistik ke Rusia dalam Jumlah Besar

Houthi, yang didukung Iran, telah berulang kali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut sejak November 2023.

Houthi menegaskan bahwa aksi mereka merupakan balasan terhadap operasi militer Israel di Gaza yang hingga saat ini telah menewaskan hampir 30.000 orang Palestina.

Mereka juga berjanji akan terus melanjutkan operasi militernya di perairan kawasan itu sampai Israel menghentikan perang.

Baca Juga: Arab Saudi: Tak Akan Ada Hubungan dengan Israel Tanpa Pengakuan Negara Palestina

Menggunakan Senjata Kapal Selam

Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, pada hari Kamis mengatakan kelompoknya telah menggunakan senjata kapal selam dalam serangan terbaru mereka.

Abdulmalik juga percaya diri bahwa serangan kelompoknya sangat efektif dan menunjukkan peningkatan hasil.

"Operasi di Laut Merah dan Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden terus berlanjut, meningkat, dan efektif," katanya.

Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan, mereka melakukan empat serangan pertahanan diri terhadap Houthi dan menghancurkan tujuh rudal jelajah antikapal, sebuah peluncur rudal balistik bergerak dan sebuah drone yang dikatakan berasal dari wilayah Yaman.

Baca Juga: Parlemen Israel Mendukung PM Netanyahu untuk Tidak Mengakui Negara Palestina

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Prancis juga mengatakan pihaknya menembak jatuh dua drone di Laut Merah.

Serangan Houthi telah secara efektif mengganggu perdagangan internasional. Kawasan tersebut menyumbang sekitar 15% lalu lintas pelayaran dunia.

Banyak perusahaan pelayaran yang akhirnya mengalihkan rute ke sekitar ujung selatan Afrika, sehingga menunda waktu pengiriman dan menambah jarak hingga 5.500-6.500 km. Jarak yang semakin jauh juga menyebabkan biaya pengiriman meningkat.

Selanjutnya: Upaya Penanganan Kemiskinan Diprediksi Meleset dari Target

Menarik Dibaca: Bikin Kenyang Lebih Lama, Makanan Tinggi Serat Bantu Turunkan Berat Badan




TERBARU

[X]
×