kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.049   14,00   0,08%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Kegembiraan Sementara: Gencatan Senjata AS-Iran Terganggu Serangan Israel dan Teheran


Rabu, 08 April 2026 / 22:57 WIB
Kegembiraan Sementara: Gencatan Senjata AS-Iran Terganggu Serangan Israel dan Teheran
ILUSTRASI. Tentara Israel (REUTERS/Tyrone Siu)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kegembiraan atas gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memudar pada Rabu (8/4/2026), ketika pertempuran masih berlangsung di beberapa wilayah.

Melansir Reuters, Israel melancarkan serangan terbesarnya terhadap Lebanon, sementara Iran menyerang fasilitas minyak di negara-negara tetangga Teluk.

Baca Juga: Data Satelit NASA: Malam Bumi Semakin Terang, Tapi Ada Wilayah yang Redup

Pasar keuangan dunia sempat menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan itu pada Selasa malam, dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkannya bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz yang diblokade, atau menghadapi ancaman “kehancuran seluruh peradaban”.

Meskipun AS dan Israel menghentikan serangan terhadap Iran, Israel meningkatkan operasi militer di Lebanon, meluncurkan serangan terberat yang memunculkan kolom asap besar di atas Beirut saat bangunan runtuh.

Menteri Kesehatan Lebanon melaporkan puluhan orang tewas dan ratusan luka-luka. Beberapa serangan dilaporkan dilakukan tanpa peringatan evakuasi bagi warga sipil.

Media Iran, Tasnim, mengutip sumber anonim yang memperingatkan bahwa Iran akan menarik diri dari gencatan senjata jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut.

Beberapa jam setelah gencatan senjata disepakati, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain melaporkan serangan rudal dan drone baru dari Iran, yang menargetkan infrastruktur vital seperti fasilitas minyak, listrik, dan desalinasi.

Iran juga menyerang Jalur Pipa Timur-Barat Saudi yang menuju Laut Merah, jalur penting yang memungkinkan sebagian minyak melewati Selat Hormuz yang diblokade.

Baca Juga: TikTok Investasi 1 Miliar Euro untuk Bangun Data Center Kedua di Finlandia

Pembicaraan Diplomatik

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa delegasi AS dan Iran diundang untuk bertemu di Islamabad pada Jumat, dan Presiden Iran telah mengonfirmasi kehadiran delegasinya.

Delegasi Iran diperkirakan dipimpin oleh Ketua Parlemen dan mantan Komandan Garda Revolusi Mohammad Baqer Qalibaf, serta Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

Trump mengatakan pembicaraan tatap muka akan segera berlangsung, namun Wakil Presiden JD Vance mungkin tidak hadir karena alasan keamanan, berbeda dengan laporan media sebelumnya yang menyebutnya memimpin delegasi AS.

Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Tak Serta-Merta Pulihkan Industri Penerbangan Global

Pasar dan Energi

Meski kekhawatiran atas daya tahan gencatan senjata tetap ada, harga minyak Brent turun sekitar 15% pada hari yang sama menjadi US$94,50 per barel.

Saham AS melonjak ke level tertinggi hampir sebulan, seiring gelombang kelegaan global.

Meskipun AS dan Iran sama-sama menyatakan kemenangan, perbedaan utama mereka tetap belum terselesaikan.

Setiap pihak tetap pada tuntutan yang saling bertentangan terkait kesepakatan yang dapat membentuk masa depan Timur Tengah.

Selat Hormuz masih ditutup, dan pembukaan sementara akan tergantung pada kesepakatan kerangka gencatan senjata.

Trump juga mengumumkan tarif baru 50% untuk semua barang dari negara yang memasok senjata ke Iran, menegaskan bahwa Iran telah mengalami “perubahan rezim” dan akan setuju untuk tidak memperkaya uranium.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa AS telah meraih kemenangan militer yang menentukan, dan program rudal Iran telah “dihancurkan secara fungsional”.

Baca Juga: Arus Dana Asing Keluar dari Pasar Berkembang Tembus US$70 Miliar, Terbesar Sejak 2020

Iran Tetap Kuat

Di Iran, warga merayakan gencatan senjata dengan mengibarkan bendera Iran dan membakar bendera AS dan Israel.

Meski demikian, ada kehati-hatian bahwa kesepakatan mungkin tidak bertahan.

Perang yang dimulai pada 28 Februari oleh Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertujuan menghentikan kemampuan Iran melampaui perbatasannya, mengakhiri program nuklir, dan menciptakan kondisi untuk menggulingkan penguasa Iran.

Namun, Iran masih mempertahankan stok uranium yang hampir setara senjata dan kemampuan menyerang tetangga dengan rudal dan drone.

Pemimpin Iran berhasil bertahan dari tekanan militer tanpa tanda-tanda runtuhnya rezim, dan kemampuan Iran memutus pasokan energi Teluk melalui Selat Hormuz dapat mengubah dinamika kekuatan regional dalam jangka panjang.

Baca Juga: Oxford: Pemulihan Pasar Global Butuh Waktu Meski Ada Gencatan Senjata AS-Iran

“Musuh dalam perang yang tidak adil dan ilegal ini telah mengalami kekalahan historis yang tak terbantahkan,” ujar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Sementara itu, kantor Netanyahu menyatakan Israel mendukung penghentian serangan terhadap Iran selama dua minggu, meski kesepakatan ini menjadi pukulan bagi pemimpin Israel yang sebelumnya menuntut rezim Iran digulingkan. Yair Golan, mantan wakil kepala staf militer Israel, menilai hasil ini sebagai “kegagalan total yang membahayakan keamanan Israel”.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×