kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.948   47,00   0,28%
  • IDX 8.303   -6,77   -0,08%
  • KOMPAS100 1.169   -0,16   -0,01%
  • LQ45 838   -0,41   -0,05%
  • ISSI 297   0,58   0,20%
  • IDX30 438   0,14   0,03%
  • IDXHIDIV20 522   -3,18   -0,61%
  • IDX80 130   0,02   0,02%
  • IDXV30 144   0,21   0,14%
  • IDXQ30 140   -0,78   -0,55%

Kilang Raksasa AS Buru Minyak Venezuela, Apa yang Terjadi?


Kamis, 19 Februari 2026 / 05:27 WIB
Kilang Raksasa AS Buru Minyak Venezuela, Apa yang Terjadi?
ILUSTRASI. Phillips 66 hingga Valero kini incar pasokan langsung dari PDVSA. Lonjakan impor ini berpotensi ubah dinamika pasar global. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Perusahaan pengilangan minyak asal Amerika Serikat, Phillips 66 dan Citgo Petroleum, tengah berupaya membeli minyak mentah berat langsung dari perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, mulai April mendatang.

Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan keuntungan, alih-alih membeli melalui perusahaan perdagangan (trading house) atau melalui raksasa energi AS, Chevron, seperti yang dilakukan sebelumnya.

Sumber Reuters yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan, pembelian langsung akan memangkas perantara dan berpotensi meningkatkan margin keuntungan kilang.

Izin Ekspor Diperluas, Perdagangan Diproyeksi Tembus US$5 Miliar

Pada Januari lalu, perusahaan perdagangan global Trafigura dan Vitol memperoleh lisensi pertama dari pemerintah AS untuk mengekspor minyak Venezuela. Kesepakatan ini merupakan bagian dari perjanjian senilai US$ 2 miliar antara Caracas dan Washington.

Sementara itu, Chevron telah lebih dulu mengantongi izin untuk beroperasi di Venezuela dan mengapalkan minyak mentah sejak tahun lalu.

Selama ini, kilang-kilang di AS dan negara lain membeli kargo minyak Venezuela dari ketiga perusahaan tersebut. Namun setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menerbitkan lisensi umum baru yang memperluas izin ekspor minyak Venezuela, jumlah pembeli diperkirakan akan terus bertambah.

Baca Juga: Risalah The Fed Ungkap Perbedaan Pandangan Soal Suku Bunga dan Dampak AI

Pejabat AS menyebut nilai perdagangan minyak Venezuela bisa melonjak hingga US$ 5 miliar dalam beberapa bulan ke depan.

Phillips 66 Siapkan Armada Tangker

Phillips 66, salah satu kilang terbesar di AS, saat ini sedang mengurus kepatuhan internal dan perizinan agar bisa membeli langsung dari PDVSA.

Jika semua persyaratan terpenuhi, perusahaan berencana menyewa kapal tanker untuk memuat minyak mentah langsung dari terminal PDVSA.

Perwakilan Phillips 66 menolak berkomentar terkait aktivitas komersialnya. Namun perusahaan menegaskan fasilitas kilangnya di Gulf Coast mampu mengolah berbagai jenis minyak mentah, termasuk minyak berat Venezuela yang dinilai memiliki nilai strategis.

Bulan lalu, Phillips 66 membeli minyak Venezuela dari Vitol dengan harga sekitar US$ 9 per barel di bawah harga Brent.

Gedung Putih menyatakan pemerintah merespons tingginya minat perusahaan minyak dan gas terhadap ekspor Venezuela.

“Tim presiden bekerja tanpa henti untuk menanggapi permintaan dari perusahaan minyak dan gas,” kata juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers.

Baca Juga: Harga Emas Melonjak Lebih dari 2% Rabu (18/2), di Tengah Ketegangan Geopolitik

Citgo dan Valero Juga Siap Beli Langsung

Selain Phillips 66, Citgo Petroleum, kilang milik Venezuela yang beroperasi di AS, juga mengonfirmasi sedang berdiskusi untuk membeli minyak langsung dari PDVSA guna diproses di fasilitas Gulf Coast.

Citgo menyatakan setiap transaksi akan mengikuti ketentuan lisensi GL46 dan GL47, serta sesuai praktik komersial normal.

Pada Januari lalu, Citgo membeli 500.000 barel minyak berat Venezuela untuk pengiriman Februari dari Trafigura. Itu merupakan impor minyak Venezuela pertama Citgo sejak 2019.

Sementara itu, Valero, kilang terbesar kedua di AS,  juga dikabarkan berencana membeli langsung dari PDVSA pada paruh akhir tahun ini, setelah menilai kondisi infrastruktur pemuatan minyak di Venezuela.

Valero bahkan meningkatkan impor minyak Venezuela dengan total hingga 6,5 juta barel yang dijadwalkan tiba di kilang Gulf Coast pada Maret. Mayoritas pembelian tersebut masih melalui Chevron.

Tantangan: Sanksi dan Pembiayaan

Meski peluang bisnis terbuka lebar, tantangan tetap ada.

PDVSA disebut meminta pembeli memiliki lisensi individual atau persetujuan khusus dari Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS untuk dapat mengangkut minyak dari pelabuhan Venezuela.

Selain itu, sejumlah bank AS masih enggan membiayai transaksi perdagangan minyak Venezuela karena negara tersebut masih berada di bawah sanksi ekonomi.

Banyak kilang telah mengajukan permohonan lisensi individual dan saat ini masih menunggu persetujuan.

Tonton: Trump Kerahkan Kapal Induk Paling Canggih USS Gerald R Ford ke Iran, Ini Dia Spesifikasinya!

Harga Minyak Venezuela Turun

Seiring semakin banyaknya minyak Venezuela yang dialihkan ke pasar AS ketimbang China, harga minyak mentah Venezuela mulai melemah.

Vitol dan Trafigura dalam beberapa hari terakhir menawarkan kargo minyak jenis Merey dengan diskon sekitar US$ 10 per barel di bawah harga Brent. Angka ini lebih murah dibandingkan bulan lalu yang berada di kisaran US$ 6 hingga US$ 7,5 per barel di bawah Brent.

Pada gelombang awal penjualan, kedua perusahaan tersebut menegosiasikan harga sekitar US$ 15 per barel di bawah Brent, menghasilkan penjualan awal senilai US$ 500 juta bulan lalu, menurut Menteri Energi AS Chris Wright.

Setelah memperhitungkan biaya transportasi dan penyimpanan, keuntungan yang diperoleh diperkirakan mencapai hingga US$ 4 per barel.

Selanjutnya: Punya Tambang Emas Baru, Saham Blue Chip Ini Dinilai Semakin Menarik Dikoleksi

Menarik Dibaca: Warga Batang Wajib Tahu Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Lengkap Resmi Kemenag




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×