kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Korea Utara Klaim 1,4 juta Pemuda Bergabung dengan Militer pada Pekan Ini


Rabu, 16 Oktober 2024 / 07:17 WIB
ILUSTRASI. mengatakan, sekitar 1,4 juta anak muda termasuk mahasiswa dan pejabat liga pemuda bergabung atau kembali ke militer minggu ini. REUTERS/Edgar Su


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada hari Rabu (16/10/2024) mengatakan, sekitar 1,4 juta anak muda termasuk mahasiswa dan pejabat liga pemuda bergabung atau kembali ke militer minggu ini.

"Anak-anak muda tersebut bertekad untuk bertempur dalam perang suci untuk menghancurkan musuh dengan senjata revolusi," kata laporan KCNA.

Reuters melaporkan, klaim Korea Utara bahwa lebih dari satu juta anak muda mendaftar di Tentara Rakyat Korea hanya dalam dua hari muncul pada saat ketegangan di semenanjung Korea meningkat.

Tahun lalu, media Korea Utara membuat klaim serupa tentang warganya yang mengajukan diri untuk bergabung dengan militer guna melawan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Korea Utara meledakkan beberapa ruas jalan dan jalur kereta api antar-Korea di sisi perbatasan yang dijaga ketat antara kedua Korea pada hari Selasa, yang mendorong militer Korea Selatan untuk melepaskan tembakan peringatan.

Baca Juga: Kerjasama Pertahanan antara Rusia-Korea Utara Bikin Penasaran, Ini Jawaban Kremlin

Pyongyang juga menuduh Seoul mengirim pesawat nirawak ke ibu kota Korea Utara dan kedua Korea telah berselisih mengenai balon-balon sampah yang diterbangkan sejak Mei dari Korea Utara. 

Pyongyang mengatakan peluncuran tersebut merupakan respons terhadap balon-balon yang dikirim oleh aktivis anti-rezim di Selatan.

Baca Juga: Semenanjung Korea Memanas, Rusia Salahkan Korea Selatan

"Jika perang pecah, ROK akan terhapus dari peta. Karena menginginkan perang, kami bersedia mengakhiri keberadaannya," demikian laporan KCNA.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×