kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Korea Utara Tembakkan Rudal ke Laut Saat AS dan Korsel Adakan Pembicaraan Militer


Selasa, 27 Januari 2026 / 16:19 WIB
Korea Utara Tembakkan Rudal ke Laut Saat AS dan Korsel Adakan Pembicaraan Militer
ILUSTRASI. Rudal Korea Utara (NULL/KCNA)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik ke arah laut pada Selasa (27/1/2026), yang kemungkinan merupakan proyektil jarak pendek.

Rudal Korea Utara ditembakkan saat Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan mengadakan pembicaraan tentang transformasi postur pertahanan mereka terhadap Pyongyang.

Seperti dikutip Reuters, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, rudal-rudal tersebut diluncurkan dari daerah dekat ibu kota Korea Utara, Pyongyang, sekitar pukul 15.50 waktu setempat (0650 GMT) menuju laut di lepas pantai timurnya. Dikatakan bahwa rudal-rudal tersebut terbang sekitar 350 kilometer (217 mil).

Baca Juga: Prancis Larang Anak di Bawah 15 Akses Medsos, Demi Kesehatan Mental!

Penjaga pantai Jepang secara terpisah juga telah mendeteksi apa yang mungkin merupakan rudal balistik yang diluncurkan oleh Korea Utara yang jatuh beberapa menit kemudian. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan rudal-rudal tersebut tidak akan berdampak pada Jepang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara telah melakukan uji coba peluncuran rudal jarak pendek dan roket peluncuran ganda yang menurut mereka sedang dikembangkan sebagai bagian penting dari persenjataan nuklir taktisnya untuk melindungi diri dari ancaman AS dan Korea Selatan.

Ketertarikan telah meningkat terhadap rudal balistik jarak pendek dan artileri Korea Utara setelah Pyongyang memasoknya ke Rusia untuk digunakan di medan perang dalam perang melawan Ukraina berdasarkan pakta pertahanan bersama yang mereka tandatangani pada tahun 2024.

Peluncuran rudal tersebut terjadi selama kunjungan seorang pejabat senior Departemen Pertahanan AS ke Korea Selatan, yang membahas modernisasi aliansi militer mereka karena Washington berupaya untuk memainkan peran yang lebih terbatas dalam upaya pertahanan gabungan mereka melawan Korea Utara.

Baca Juga: Regulator Global Selidiki Grok xAI Milik Elon Musk Terkait Konten Deepfake Seksual

Selanjutnya: Industri Hulu Migas Perkuat Peran PPM Topang Keberlanjutan Hulu Migas

Menarik Dibaca: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×