kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.896   -23,00   -0,14%
  • IDX 7.719   141,64   1,87%
  • KOMPAS100 1.079   20,79   1,96%
  • LQ45 787   14,12   1,83%
  • ISSI 273   5,40   2,02%
  • IDX30 419   8,63   2,11%
  • IDXHIDIV20 513   10,20   2,03%
  • IDX80 121   2,16   1,81%
  • IDXV30 139   2,47   1,81%
  • IDXQ30 135   2,70   2,04%

Menebak Arah Suku Bunga The Fed, Hawkish atau Dovish?


Rabu, 04 Maret 2026 / 04:28 WIB
Menebak Arah Suku Bunga The Fed, Hawkish atau Dovish?


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Para pembuat kebijakan di Federal Reserve diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuan pada pertemuan 17–18 Maret mendatang, sama seperti keputusan yang diambil pada Januari lalu.

Saat ini, suku bunga kebijakan bank sentral Amerika Serikat berada pada kisaran 3,50%–3,75%.

Para pejabat The Fed memiliki pandangan yang berbeda terkait arah kebijakan moneter ke depan. Dalam istilah kebijakan moneter, mereka sering dikelompokkan menjadi “dove” dan “hawk”.

Kelompok dove cenderung lebih khawatir terhadap risiko pelemahan pasar tenaga kerja dan biasanya lebih terbuka terhadap pemangkasan suku bunga lebih cepat.

Sebaliknya, kelompok hawk lebih fokus pada ancaman inflasi dan cenderung berhati-hati terhadap penurunan suku bunga.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Tewas: Perang Meluas, Apa Skenario Berikutnya?

Pejabat The Fed yang cenderung dovish

Mengutip Reuters, Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan risiko penurunan inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja masih perlu diperhatikan.

Menurutnya, meski kondisi ekonomi saat ini relatif stabil, potensi risiko tersebut masih tetap ada.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menilai kebijakan moneter saat ini sudah berada di posisi yang tepat.

Ia mengatakan inflasi memang masih menjadi perhatian, namun kebijakan yang ada dinilai sudah cukup untuk menghadapinya.

Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia, Patrick Harker, juga menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menunggu dan melihat perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah lanjutan.

Kelompok yang lebih berhati-hati

Beberapa pejabat lain mengambil sikap yang lebih berhati-hati.

Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan dalam mengendalikan inflasi.

Ia menilai kebijakan moneter perlu tetap fokus menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kondisi ketenagakerjaan tetap kuat.

Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, menilai suku bunga kemungkinan masih perlu dipertahankan pada level saat ini untuk beberapa waktu.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Asia–Eropa Meroket Tinggi Usai Penutupan Bandara di Timur Tengah

Sementara Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan pemangkasan suku bunga pada 2026 masih mungkin terjadi, tetapi sebaiknya tidak dilakukan terlalu cepat sebelum ada bukti jelas inflasi menuju target.

Pandangan pimpinan The Fed

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral masih menunggu data ekonomi tambahan sebelum memutuskan langkah berikutnya.

Ia mengatakan inflasi masih berada di atas target The Fed, sehingga bank sentral perlu berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan.

Sementara itu, Gubernur The Fed Michael Barr menilai perkembangan inflasi saat ini akan sangat memengaruhi arah inflasi di masa depan.

Proyeksi kebijakan

Dalam proyeksi yang dirilis pada Desember lalu, median perkiraan pejabat The Fed menunjukkan kemungkinan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase hingga akhir 2026.

Struktur pemungutan suara di Federal Open Market Committee (FOMC) juga turut memengaruhi arah kebijakan.

Tujuh gubernur The Fed, termasuk ketua dan wakil ketua, memiliki hak suara permanen pada setiap rapat FOMC yang digelar delapan kali dalam setahun.

Tonton: Terungkap! CIA-Mossad Dalang Dibalik Tewasnya Ayatollah Khamenei

Sementara itu, 12 presiden bank sentral regional ikut berdiskusi dalam rapat, tetapi hanya lima yang memiliki hak suara setiap tahun, termasuk presiden Federal Reserve Bank of New York dan empat presiden lainnya yang bergantian.

Ke depan, dinamika pandangan antara pejabat yang cenderung dovish dan hawkish akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah suku bunga Amerika Serikat.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×