kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.116   23,00   0,13%
  • IDX 5.034   3,92   0,08%
  • KOMPAS100 648   -0,19   -0,03%
  • LQ45 517   3,47   0,68%
  • ISSI 163   -2,57   -1,55%
  • IDX30 291   2,18   0,75%
  • IDXHIDIV20 393   3,94   1,01%
  • IDX80 75   0,07   0,09%
  • IDXV30 108   -0,11   -0,10%
  • IDXQ30 98   0,88   0,90%

Paus emeritus Benediktus XVI sebut ada yang berupaya membungkam dirinya


Senin, 04 Mei 2020 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Paus Fransiskus mengunjungi pendahulunya, Paus Emeritus Benediktus XVI, di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan, 21 Desember 2018. Foto diambil pada 21 Desember 2018.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Sejumlah pengamat menuding Paus Benediktus XVI berupaya mengendalikan Gereja Katolik dari belakang layar, ketika sebuah buku yang membela topik panas mengenai selibat para imam Katolik muncul. Saat itu, nama Paus Benediktus XVI bersanding di samping nama Kardinal Konservatif, Guinea Robert Sarah.

Namun setelah hal ini menimbulkan kontroversi, dalam waktu 48 jam, Ratzinger meminta namanya dihapus dari sampul buku tersebut, kata pengantar dan kesimpulan yang ditandangani bersama.

Kendati, Paus Benediktus XVI tampaknya tidak tinggal diam dalam melakukan intervensi terkait debat sosial yang menimbulkan ledakan baru terhadap pernikahan gay dalam biografinya yang baru terbit ini.

Baca Juga: Jokowi kirim undangan resmi agar Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia

"Satu abad yang lalu, siapa pun akan berpikir itu tidak masuk akal untuk berbicara tentang pernikahan homoseksual. Hari ini mereka yang menentangnya dikucilkan dari masyarakat," keluh Benediktus XVI.

"Ini hal yang sama dengan aborsi dan menciptakan kehidupan manusia di laboratorium," katanya, seraya menambahkan bahwa"wajar saja bagi orang untuk takut akan kekuatan spiritual Antikristus.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×