kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.819   -86,00   -0,51%
  • IDX 8.386   114,42   1,38%
  • KOMPAS100 1.181   17,31   1,49%
  • LQ45 846   10,89   1,30%
  • ISSI 299   4,24   1,44%
  • IDX30 443   6,50   1,49%
  • IDXHIDIV20 527   5,34   1,02%
  • IDX80 132   1,68   1,29%
  • IDXV30 144   0,85   0,59%
  • IDXQ30 142   1,77   1,26%

Penolakan WNA di Perbatasan Singapura Melonjak 38,3% pada 2025


Senin, 23 Februari 2026 / 09:32 WIB
Penolakan WNA di Perbatasan Singapura Melonjak 38,3% pada 2025
ILUSTRASI. Bandara Changi Singapura (KONTAN/Hendra Suhara)


Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Jumlah pengunjung asing yang ditolak masuk ke Singapura meningkat tajam pada 2025 seiring diperketatnya langkah pengamanan perbatasan.

Menurut laporan tahunan 2025 dari Immigration and Checkpoints Authority (ICA) yang dirilis Senin (23/2/2026) dilansir dari Channelnewsasia.

Sebanyak sekitar 45.700 warga negara asing (WNA) ditolak masuk pada 2025, naik 38,3% dibandingkan sekitar 33.100 orang pada 2024.

Mereka dinilai berpotensi menimbulkan risiko imigrasi seperti kemungkinan overstay atau bekerja secara illegal maupun risiko keamanan, termasuk potensi melakukan tindak kriminal.

Baca Juga: Kematian Bos Kartel Meksiko Picu Aksi Balasan, Jalan Diblokir dan Kendaraan Dibakar

Pengawasan Diperketat dan Analitik Data

Pada 2025, ICA memperkuat keamanan perbatasan melalui peningkatan kemampuan penargetan oleh Integrated Targeting Centre (ITC).

Langkah ini mencakup pemanfaatan informasi awal dan analitik data untuk mengidentifikasi pelancong, kendaraan, dan kargo berisiko tinggi sebelum tiba di pos pemeriksaan.

Selain itu, penerapan sistem pemeriksaan tanpa paspor (passport-free clearance) di sejumlah titik masuk utama membebaskan petugas imigrasi dari tugas konter manual.

Mereka kemudian dialihkan ke fungsi bernilai tambah seperti profiling dan wawancara investigatif.

Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Senin (23/2), Didukung Sektor Chip dan Otomotif

Dengan proses ini, lebih banyak WNA terjaring untuk pemeriksaan lanjutan pada 2025 dan akhirnya ditolak masuk.

Salah satu kasus terjadi pada Desember, ketika dua pria asal India yang tiba di Bandara Changi kedapatan membawa surat persetujuan palsu dari Kementerian Tenaga Kerja.

Dalam kasus lain pada Oktober, seorang pria Thailand berusia 30 tahun yang tiba di Tuas Checkpoint ditandai untuk pemeriksaan tambahan.

Ia diketahui pernah masuk Singapura dengan identitas berbeda dan sebelumnya dihukum atas pelanggaran terkait penyediaan layanan seksual berbayar sebelum dideportasi pada 2016. Ia kemudian ditolak masuk dan dilarang kembali ke Singapura.

Baca Juga: Dolar Australia dan NZ Bertahan Senin (23/2), Dolar AS Tertekan Isu Tarif




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×