Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Thailand berencana memperketat pengawasan terhadap perdagangan emas guna menahan penguatan nilai tukar baht. Langkah ini diambil setelah sejumlah pelaku sektor swasta menyampaikan kekhawatiran bahwa baht telah menguat melebihi level yang didukung oleh fundamental ekonomi Thailand.
Nation Thailand melaporkan, Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, mengatakan Bank of Thailand (BOT) telah menerbitkan satu aturan terkait kewajiban pelaporan aktivitas perdagangan emas di berbagai platform.
Selain itu, bank sentral juga tengah menyiapkan kebijakan lanjutan yang lebih ketat untuk memperkuat pengawasan terhadap transaksi emas.
Kebijakan tersebut menyusul laporan yang menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan emas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tekanan penguatan baht.
Dari sisi fiskal, Ekniti menyebut Kementerian Keuangan telah menggulirkan sejumlah langkah terkait dan bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk menangani faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Langkah-langkah ini bertujuan menjaga pergerakan baht tetap berada pada level yang dinilai sesuai dan stabil.
Baca Juga: Trump Gugat IRS dan Departemen Keuangan AS US$10 Miliar Terkait Kebocoran SPT Pajak
Selain isu nilai tukar, Ekniti juga menyinggung rencana pembaruan regulasi dari Comptroller General’s Department (CGD), yang memerlukan pengumuman baru sebelum aturan tersebut resmi berlaku.
Tujuan dari pembaruan aturan ini adalah untuk mengurangi risiko dan mencegah kecelakaan dalam proyek konstruksi pemerintah, termasuk dengan memperkenalkan sistem “buku catatan kontraktor” (contractor record book).
Direktur Jenderal CGD, Patricia Mongkhonvanit, mengatakan regulasi yang direvisi ditargetkan mulai berlaku paling lambat awal Februari.
Ia menjelaskan, aturan baru ini akan mencakup proyek konstruksi senilai 5 juta baht atau lebih, proyek pembangunan gedung, serta proyek dengan skema kontrak antar-lembaga dengan nilai 1 miliar baht atau lebih.
Tonton: Trump Kirim Armada Raksasa ke Timur Tengah, Iran Siapkan Senjata
Saat ini, seluruh ketentuan terkait masih dalam proses pengajuan untuk ditandatangani sebelum resmi diberlakukan.













