kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Peringatan WHO: Waspadai penipu memanfaatkan pandemi corona!


Sabtu, 11 Juli 2020 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. Peringatan WHO: Waspadai penipu memanfaatkan pandemi corona! FOTO: Bagian luar Gedung World Health Organization (WHO) di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

WHO mengetahui pesan email mencurigakan yang mencoba memanfaatkan keadaan darurat COVID-19. Tindakan penipuan ini disebut phishing.

Email “phishing” semacam ini tampak seolah berasal dari WHO, dan akan meminta Anda untuk:

  • Memberikan informasi sensitif, seperti nama pengguna atau kata sandi
  • Mengklik tautan jahat
  • Membuka lampiran berbahaya.

Dengan menggunakan metode ini, para penjahat bisa menginstal malware atau mencuri informasi sensitif dari perangkat Anda.

Nah, demi mencegah kemungkinan menjadi korban phising, WHO meminta kita mengikuti 6 (enam) langkah berikut ini.

Baca Juga: WHO peringatkan virus corona belum terkendali

1. Mencermati alamat email

Sebelum melakukan sesuatu, WHO meminta kita memeriksa alamat email mereka. Pastikan pengirim memiliki alamat email seperti ini: seseorang@who.int

Jika ada sesuatu selain 'who.int' setelah simbol ‘@’, pengirim ini bukan dari WHO. Sebagai contoh, WHO tidak pernah mengirim email menggunakan alamat yang diakhiri dengan @ who.com’, @ who.org atau @ who-safety.org’

Namun demikian WHO juga meminta kita waspada karena alamat email dengan nama domain yang benar poun mungkin tidak berasal dari WHO. Para kriminal bisa memalsukan alamat asal email untuk membuatnya seolah berasal dari ‘@ who.int’. 

WHO sendiri mengaku telah menerapkan kontrol keamanan email baru yang disebut Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance (DMARC) untuk secara signifikan mengurangi jenis peniruan ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×