kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Philippine Airlines Gandeng Boeing dan Airbus, Pesan 24 Pesawat Baru


Jumat, 10 Juli 2026 / 19:42 WIB
Philippine Airlines Gandeng Boeing dan Airbus, Pesan 24 Pesawat Baru
ILUSTRASI. Sebuah pesawat Boeing 777-300ER Philippine Airlines terbang di atas daerah kumuh di kota Paranaque (REUTERS/Romeo Ranoco)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Philippine Airlines (PAL) bersiap memperkuat armadanya dengan memesan total 24 pesawat berbadan lebar dari dua produsen besar dunia, Boeing dan Airbus.

Langkah ini menandai strategi kolaborasi PAL dengan kedua pabrikan sekaligus untuk mendukung ekspansi bisnis maskapai dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber industri, PAL akan memesan 15 unit Boeing 787-10 Dreamliner dan sembilan unit Airbus A350-1000.

Pengumuman resmi transaksi tersebut diperkirakan dilakukan pada ajang Farnborough Airshow yang digelar bulan ini.

Baca Juga: Singapore Airlines Mengkaji Pemesanan Pesawat Baru Berkapasitas Besar

Jika terealisasi, pembelian Boeing 787-10 akan menjadi pesanan pertama PAL kepada Boeing dalam hampir dua dekade.

Kehadiran pesawat tersebut juga akan memicu persaingan pemasok mesin antara Rolls-Royce asal Inggris dan GE Aerospace dari Amerika Serikat.

Baik Airbus maupun Boeing menolak memberikan komentar terkait pembahasan komersial tersebut. Sementara itu, Philippine Airlines juga belum bersedia mengungkapkan rencana akuisisi armada barunya.

Rencana pembelian ini sejalan dengan pernyataan Presiden PAL pada sebuah forum industri penerbangan pada Juni lalu yang menyebut maskapai akan memesan pesawat baru dalam beberapa bulan ke depan.

Sebelumnya, Bloomberg juga melaporkan PAL memilih membagi pesanan sekitar 20 pesawat antara Airbus dan Boeing.

Saat ini, PAL mengoperasikan armada pesawat berbadan lebar yang terdiri dari Airbus A330 dan Boeing 777 generasi sebelumnya, serta sejumlah Airbus A350 yang lebih modern.

Baca Juga: Pertamina Gandeng Boeing Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Boeing 787-10 akan melengkapi armada tersebut sekaligus menjadi pesaing langsung Airbus A330neo.

Keputusan PAL menggandeng Boeing dan Airbus mencerminkan strategi diversifikasi armada sekaligus memperluas kerja sama dengan dua produsen pesawat terbesar di dunia.

Langkah ini diharapkan memberi fleksibilitas operasional serta mendukung peningkatan kapasitas penerbangan internasional.

Ekspansi armada tersebut juga berlangsung di tengah rencana pemerintah Filipina membangun bandara baru serta langkah PAL untuk bergabung dengan aliansi maskapai global oneworld yang diumumkan bulan lalu.

Keanggotaan itu akan memperluas jaringan kerja sama internasional PAL dan mengakhiri posisinya di luar kelompok aliansi penerbangan global.

Baca Juga: Boeing Rencanakan Penerbangan Perdana 777X Produksi pada April 2026

Di sisi lain, transaksi ini berlangsung ketika Amerika Serikat berupaya mengurangi defisit perdagangannya dengan Filipina yang mencapai hampir US$ 5 miliar pada 2024.

Pemerintah Filipina sendiri telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan impor dari Amerika Serikat.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×