Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut perlindungan Secret Service untuk mantan Wakil Presiden Kamala Harris. Keputusan ini dikonfirmasi seorang pejabat Gedung Putih pada Jumat (29/8).
Menurut aturan, mantan wakil presiden beserta pasangan dan anak di bawah 16 tahun berhak mendapat pengawalan Secret Service selama enam bulan setelah masa jabatannya berakhir.
Namun, pada Januari lalu Presiden Joe Biden menandatangani memorandum yang memperpanjang perlindungan bagi Harris hingga 18 bulan.
“Wakil Presiden berterima kasih kepada Secret Service atas profesionalisme, dedikasi, dan komitmen mereka terhadap keselamatan,” kata seorang penasihat Harris kepada NBC News.
Baca Juga: Kamala Harris Peringatkan Meningkatnya Ketakutan di Bawah Pemerintahan Trump
Seorang pejabat pemerintahan menyebut perpanjangan 18 bulan bagi Harris “tidak biasa”. Sebelumnya, Mike Pence, Joe Biden saat masih menjadi wakil presiden, dan Dick Cheney hanya menerima perlindungan standar enam bulan.
Perpanjangan lebih lama hanya bisa diberikan lewat keputusan presiden atau Kongres. Cheney sendiri sempat mendapat perpanjangan dari Presiden Barack Obama karena alasan keamanan.
Pencabutan pengawalan Harris akan berlaku mulai 1 September. Detail Secret Service yang sebelumnya bertugas mengawal Harris akan dipindahkan ke New York untuk persiapan Sidang Umum PBB.
Baca Juga: Trump Cabut Izin Keamanan Kamala Harris dan Hillary Clinton, Putus ke Akses Rahasia
Langkah ini menambah daftar kebijakan Trump yang mencabut fasilitas keamanan dari sejumlah tokoh terkait pemerintahan Biden maupun pejabat era sebelumnya.
Awal tahun ini, Trump juga mengakhiri perlindungan untuk dua anak Presiden Biden, Hunter dan Ashley Biden, serta untuk mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas.
Ia juga mencabut perlindungan bagi beberapa mantan pejabatnya sendiri, termasuk eks Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan mantan penasihat keamanan nasional John Bolton.
Baca Juga: Presiden Trump Berencana Kunjungi Arab Saudi di Pertengahan Mei 2025
Sementara itu, Harris pada Juli lalu mengumumkan tidak akan mencalonkan diri sebagai gubernur California tahun depan. Ia menyatakan masih akan berkiprah di ranah publik, meski bukan lewat jabatan elektif, dan belum memastikan apakah akan maju dalam pilpres 2028.
Harris kini tengah bersiap meluncurkan tur buku di 15 kota untuk mempromosikan memoarnya 107 Days, yang menceritakan pencalonannya sebagai presiden tahun lalu sebelum akhirnya kalah dari Trump setelah Biden mundur dari persaingan.