Reporter: Tantyo Prasetya | Editor: Dessy Rosalina
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai penerbangan Australia Qantas Airways Ltd menargetkan pertumbuhan kapasitas untuk paruh pertama tahun keuangan sepanjang tahun (full year/FY) 2018. Setidaknya, Qantas menargetkan mampu meningkatkan kapasitas sebanyak 3% di paruh pertama tahun depan.
Peningkatan tersebut difokuskan untuk pasar internasional milik mereka. Qantas berharap dapat meningkatkan kapasitas sebesar 5% seiring bertambahnya rute-rute baru di kawasan Asia. Selain itu, Qantas juga berencana menghadirkan armada wide body 787 Dreamliner untuk mengembangkan jaringan kapasitas mereka.
Adapun untuk FY2017 ini Qantas Internasional mampu membukukan laba operasi sebesar A$ 327 juta seiring perbaikan kondisi di paruh kedua FY2017.
Untuk grup domestik, Qantas memprediksi kapasitasnya akan menurun 1%. Namun, harapannya tetap dapat menjaga pendapatan seiring besarnya permintaan. Adapun untuk FY2017 ini, laba operasi dasar untuk pasar domestik Qantas dan Jetstar sebesar A$ 865 juta secara kombinasi.
Qantas Group untuk FY2017 mampu membukukan Laba Dasar Sebelum Pajak sebesar A$ 1,4 miliar untuk periode 12 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2017. Catatan tersebut membuat kinerja keuangan maskapai asal Australia ini tertinggi kedua selama 97 tahun berdiri.
Mengutip dari keterangan resmi yang diterima KONTAN, CEO Qantas Alan Joyce mengatakan bahwa hasil ini menandai selesainya program transformasi yang dilakukan untuk memperkuat posisi dan profitabilitas Qantas Group yang dimulai sejak 3 Februari 2014.
"Pengumuman ini menunjukkan bahwa rencana tersebut telah sungguh-sungguh memberikan hasil nyata. Rencana tersebut telah memungkinkan Qantas untuk mencatatkan laba dasar kumulatif sebesar A$ 3,5 miliar," ujarnya, Senin (2/10).
Bila mengutip laporan keuangan Qantas untuk periode FY 2017 mampu membukukan revenue sebesar A$ 16 miliar atau turun 0,8% dari pencapaian tahun lalu yang sebesar A$ 16,2 miliar.