kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Rekor Surplus US$ 1,189 Triliun: Siapa yang Paling Dirugikan China?


Kamis, 15 Januari 2026 / 08:00 WIB
Rekor Surplus US$ 1,189 Triliun: Siapa yang Paling Dirugikan China?
ILUSTRASI. Pelabuhan peti kemas di Wuhan (Wang He/ChinaImages/via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Meski demikian, Beijing mulai menunjukkan kesadaran bahwa ekspor industri perlu dikendalikan agar keberhasilan tersebut berkelanjutan. Para pemimpin China kian terbuka mengakui adanya ketidakseimbangan dalam perekonomian nasional serta masalah citra yang ditimbulkan oleh lonjakan ekspor yang terlalu besar.

Setelah data surplus US$ 1 triliun dirilis pada November, Perdana Menteri China Li Qiang pekan lalu dikutip televisi nasional menyerukan agar pemerintah secara proaktif memperluas impor dan mendorong perkembangan impor dan ekspor yang lebih seimbang.

China juga menghapus insentif pajak ekspor yang menyerupai subsidi bagi industri panel surya, isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan dengan negara-negara Uni Eropa.

Bulan lalu, parlemen China meloloskan revisi Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri hanya dalam dua kali pembacaan, lebih cepat dari biasanya tiga kali. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kepada anggota perjanjian dagang trans-Pasifik bahwa China siap mengurangi subsidi industri dan bergerak menuju perdagangan yang lebih bebas dan terbuka.

Tonton: Hotman Paris Pasang Badan Bela Timothy Ronald: Tidak Ada Penipuan!

Meski Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati gencatan senjata tarif selama setahun pada akhir Oktober, bea masuk AS atas barang-barang China masih berada di level 47,5%. Angka ini jauh di atas ambang sekitar 35% yang menurut analis masih memungkinkan perusahaan China mengekspor ke AS dengan keuntungan.

Selanjutnya: Menghitung Potensi IHSG Tembus Level 10.000

Menarik Dibaca: Masih Lanjut Melonjak, Simak Harga Emas Galeri 24 & UBS di Pegadaian Hari Ini (15/1)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×