Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga aluminium di London melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun pada Senin, seiring meningkatnya kekhawatiran pasokan setelah gagalnya pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran.
Kontrak aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) tercatat berada di level US$3.555 per ton metrik, naik 1,61% pada pukul 14.29 WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 3.569 level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Sementara itu, kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup naik 0,55% ke 24.760 yuan sekitar US$ 3.623,38 per ton.
Baca Juga: OpenAI Buka Kantor Permanen di London, Perkuat Ekspansi AI di Inggris
Kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap distribusi dan produksi logam industri tersebut. Selain itu, rencana blokade militer Amerika Serikat terhadap jalur pelayaran Iran juga menambah tekanan pada sisi pasokan global.
Analis ING menyatakan bahwa meningkatnya risiko geopolitik di kawasan tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap pengiriman dan produksi aluminium. “Harga energi yang tinggi juga menambah tekanan kenaikan pada aluminium, karena meningkatkan biaya produksi bagi smelter di tengah volatilitas pasar listrik,” tulis mereka.
Konflik yang berlangsung telah memaksa sebagian pabrik peleburan aluminium mengurangi produksi dan mengganggu rantai pasok, terutama setelah terganggunya jalur strategis Selat Hormuz. Kondisi tersebut telah mendorong lonjakan harga aluminium sejak bulan lalu.
Kawasan Timur Tengah sendiri menyumbang sekitar 9% dari pasokan aluminium global sebelum konflik Iran pecah.
Di pasar logam lainnya, harga tembaga juga menguat didukung penurunan stok dan membaiknya permintaan dari China. Kontrak tembaga di Shanghai sempat menyentuh level tertinggi satu bulan, sementara di London naik 0,35%.
Premi tembaga Yangshan, indikator permintaan impor China melonjak menjadi US$ 73 per ton pada 10 April, level tertinggi sejak Juni 2025.
Untuk logam lainnya di LME, nikel naik 1,71%, seng bertambah 0,15%, sementara timbal turun 0,16% dan timah melemah 1,21%.
Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$100, AS Siap Blokade Selat Hormuz
Di bursa SHFE, nikel naik 2,61%, timbal turun 0,63%, timah melemah 0,87%, dan seng turun 0,63%.













